Sabtu, 29 Juli 2017

Pempek

Setelah 6 bulan  barulah siemak bisa menaklukkan dapur Inggris ini dengan makanan Jambi seutuhnya... Kenapa saya mengatakan kuliner jambi"seutuhnya"? Orang Jambi hampir sama dengan Palembang mereka jika tidak ngirup cuko rasanya kurang afdol, bahkan sarapan pagi itu istilahnya "sudah nyuko?"


Suami kalau makan aneka gorengan selalu mencelup ke dalam cuko, jadi saya selalu menyediakan cuko di kulkas. Yah.. sebagai keturunan Jambi-Palembang dari sebelum lahir darahnya sudah mengalir cuko hehehe jadi gak bisa dipisahkan dengan pempek dan cuko...


Percobaan demi percobaan saya lakukan untuk membuat pempek tapi hasilnya pempek yg alot, lembek, kenyal, keras, bahkan tak bisa dibentuk... Rasanya kecewa banget, berhubung di Jambi saya termasuk kategori  cukup mumpuni membuat pempek. Tepung tapioka yang dijual disini berbeda dengan tepung sagu tani yang biasa saya gunakan. Tepung ini membuat adonan pempek sulit dibentuk, mengeras, jika di rebus akan kembang, setelah digoreng akan kempes dan kenyal.


Saya sudah mencari2 yang menjual sagu tani online, harganya lumayan mahal  1 kg £8 +£5 ongkos kirim. Alternatif ini tidak jadi saya ambil, kebayang dong beli tepung sagu £13 sementara tapioka harganya gak sampai £1 untuk 500 gram. Sementara si Bapak saya buatkan pempek ubi dan pempek pistel saja. Yah.. Yang penting nyuko ya love... (sok gaya British)

Banyak sudah adonan pempek yang berakhir di plastik sampah, sedih banget buang2 makanan tapi apa daya. Dimakan tak bisa tertelan, untunglah buatnya dikit2 jadi bisa mengurangi rasa berdosa menyia-nyiakan makanan.


Membuat pempek, jika kita bertanya ke masing-masing orang akan berbeda-beda caranya. Tapi rasanya tetap sama jika dimakan pakai cuko yang berkwalitas. Kunci utama kelezatan cuko adalah gula batok yang digunakan. Kenapa gula batok? Karena gula ini akan memberikan warna hitam pada cuko dan membuat cuko kental.


Baiklah sekarang saya akan mencoba berbagi resep pempek yang dibuat di Reading ya.. Kalau di Indonesia saya yakin rasanya akan lebih gurih dan lebih hemat. Hemat karena ikan yang digunakan sebanding dengan tepung, 1 kg daging ikan giling bisa dimasukkan 700-1000 gram sagu.  Kalau disini 500 gram daging giling hanya bisa dibuat 25 buah pempek ukuran kecil. Saya belum menemukan cara untuk bisa membuat pempek dengan banyak tepung, hasilnya akan "gagal". Tepung tapioka yang di masukkan ke dalam 500 gram ikan giling hanya 5-7 sdm saja asal daging ikan merekat. Jadinya pempek sehat bebas msg dan full ikan, sehat untuk anak2..


Note: Rahasia pempek buatanku berhasil di Reading, adalah ikan harus dalam kondisi suhu ruang, jadi jika membeli ikan frozen hari ini baru bisa diolah besoknya...  Hal ini untuk mengurangi kadar air sehingga tapioka yang dibutuhkan juga sedikit.


Pempek lenjer

Pempek lenjer


Bahan:
Ikan fillet 500 gram
Tapioka 7 sdm
Garam 1 sdm
Gula 1 sdt
Bawang putih 1 siung besar

Cara membuat :
Masukkan bahan ke dalam food processor kecuali tapioka, giling sampe halus baru masukkan tapioka.
Lumuri tangan dengan tepung tapioka, ambil 1 sdm adonan buat bulat lonjong. Lakukan sampai adonan habis.
Didihkan air, masukkan pempek lenjer tunggu sampai pempek mengapung biarkan agak 10 menit baru diangkat dan tiriskan.
Goreng lenjer sebelum dinikmati


Pempek adaan

Pempek adaan

Bahan:
Ikan fillet 500 gram
Tapioka 7 sdm
Garam 1 sdm
Gula 1 sdt
Bawang putih 6 siung
Bawang merah goreng 2 sendok
Bawang daun bagian putih 3 batang
Telur 1 butir

Cara membuat :
Masukkan bahan ke dalam food processor kecuali tapioka, giling sampe halus baru masukkan tapioka.
Lumuri tangan dengan tepung tapioka, ambil 1 sdm adonan buat bulat lonjong. Lakukan sampai adonan habis.
Didihkan air, masukkan pempek adaan tunggu sampai pempek mengapung biarkan agak 10 menit baru diangkat dan tiriskan.
Goreng pempek adaan nikmati dengan cuko