Rabu, 22 Oktober 2014

keberuntungan belum berpihak meraih beasiswa 2012

Belajar tak akan ada habisnya, begitu juga dengan kami (aku dan bang dedy), impian untuk melanjutkan pendidikan selalu menggebu-gebu tak pernah padam. Cita-cita yang paling utama yaitu kami harus sekolah ditempat yang sama dan waktu yang sama, jadi tidak ada yang tertinggal membawa serta kakak tata dan adek aam. Dua tahun yang lalu kami sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa ADS (sekarang namanya AAS) semua berkas sudah kami persiapkan, TOEFL, rekomendasi, form sudah diisi dengan renungan yang panjang untuk meminimalisir kesalahan dan kekurangan. Batas akhir pengiriman berkas kalau tidak salah tanggal 18 Agustus 2011 alhamdulilah bahannya bisa terkirim pas tanggal tersebut jadi tinggal menunggu hasil nya. Rezki tidak dapat ditolak ternyata diriku pada saat pengiriman berkas sedang hamil 2 bulan, aku memang tidak menyangka keterlambatan datang bulan itu adalah kehamilan karena biasanya siklus nya sering terlambat sampai 20 hari. Namun cita-cita untuk sekolah tidak padam berbagai rencana sudah kami susun, sesuai jadwal pengumuman kelulusan bahan pada bulan desember datang juga, siang itu amplop kuning besar berlogo pemerintah australia nyampe kerumah. yang jadi pertanyaan nya kenapa hanya satu amplop yang datang dan hanya amplop yang bertuliskan nama Mrs. Weni Wilia kemana nyasar amplop yang lain yang bertulis nama abang? bang dedy dengan gembira dan senang membuka amplop tersebut dan isinya adalah bulan Januari tes untuk IELTS dan JST nya. bang dedy bilang kalo mungkin saja amplop itu gak barengan nyampenya ntar juga nyampe, namun dihati kecilku sudah merasakan kejanggalan, ternyata benar amplop untuk bang dedy datang juga namun ukurannya kecil sekali hanya ukuran amplop surat biasa dengan isi kalo bang dedy belum memenuhi syarat untuk ikut tes berikutnya. sedihnya aku dengan perut besar harus tes ke jakarta tanpa bang dedy... bang dedy menghiburku dengan mengatakan bahwa kail yang kita lepaskan udah mendapatkan ikan, jadi jangan sedih kita harus bersyukur kalau kita bisa menyebar dua kail, kalau hanya satu kail yang berhasil mendapatkan ikan berarti itulah yanag terbaik bagi kelurga kita sekarang, dan mama gak boleh patah semangat harus semangat berjuang biar bisa sekolah dan nanti papa akan menyusul dengan beasiswa DIKTI. oke saudara-saudara kita tinggalkan kecengengan ku... waktu sebulan diberikan untuk persiapan  ku manfaatkan untuk melahap semua buku tentang IELTS. waktu keberangkatan pun datang kami memutuskan untuk stay di Jakarta sampai tes JST karena mengingat kehamilanku yang sudah memasuki usia 7 bulan jadi rentan untuk naik pesawat. Tips untuk tinggal di Jakarta selama sebulan: bagi kami yang terbiasa tinggal di daerah Bogor sangat tidak nyaman sekali untuk tinggal di Jakarta, jadi kalau berniat untuk sekedar satu dua hari di Jakarta mending penginapannya di Bogor aja. Gak sanggup lagi membayangkan tinggal di kamar kos yang lumayan mahal 2,5 juta 21 hari ukuran 2,5mx3m dengan satu anak kecil (kakak tata umur 1,20 bulan) sangat sumpek sekali. dan kosan nya tidak menyediakan dapur jadi semua makanan dibeli (wekkkk sampe bosan banget makan KFC) kebanyakan kosan di daerah kuningan belakang perbanas mensyaratkan minimal sewa 3 bulan. Kosannya dibanding dengan tempat lain termasuk penginapan yang mewah, kamarnya tertata rapi dan peralatannya sudah bagus dan area hijaunya luas parkiran terpisah dari area terbuka jadi untuk tempat bermain kakak tata lumayan lega.... nama kosannya kos ramos, pemiliknya chinesee dan empunya lumayan ramah dan baik... kami juga diberikan tambahan kasur karena jumlah orangnya melebihi ukuran tempat tidur yang disediakan. posisi penginapan ini sangat dekat dengan gedung plaza kuninga tempat tes, aku hanya berjalan selama 7 menit nyebrang jempatan penyebrangan busway nyampe persis didepan pagar plaza kuningan itu. jadi wilayah kosan dibelakang perbanas itu rekomendit sekali untuk tinggal selama pelatihan bahasa nantinya kalau lulus. cara menuju kuningan dari bandara yaitu naik damri tujuan gambir lalu turun di stasiun gambir naik taxi bilang aja ke supir nya mau ke belakang perbanas kuningan disitu banyak sekali pilihan penginapann dari yang mahal sampe yang murah, lebih baik cari yang pinggir jalan jadi lebih lega dibanding masuk-masuk gank. pas nyari penginapannya barang-barang biarin aja dulu di taxi sampe ketemu tempat kos yang bagus.
Awalnya tes IELTS aku sudah bersiap pagi-pagi datang ke gedung nya masih sepi ada satu dua orang, sambil ngobrol basa basi dengan sesama pejuang akhirnya kami antri untuk masuk ketempat tes di IALF. untuk tes kita tidak diperkenankan membawa kotak pensil, hp, minuman harus dalam botol transparan dan boleh membawa jaket (saran saya jaket gak ada gunanya karena tes menyita semua rasa yang ada heeeee ac yang awal masuk serasa di kulkas berubah jadi pemanas karena keringatan saat mengerjakan tes).
mungkin dengan perut besar aku sedikit diperhatikan oleh native nya, dia selalu menanyakan ke aku  are you ok?? aku hanya bisa tersenyum, rasanya gak oke banget deh perut besar trus tesnya hanya pake kursi yang langsung ada tempat nulisnya jadi kebayang deh perrutnya nyangkukt di meja kursi itu... kalo pensil atau penghapusku jatuh pasti nativenya langsung ngambil, baik banget deh.... (efek ibu hamil kalee ya)
listening, reading, writing test sudah terlewati, aku mendapat jadwal jam 3 sore untuk speaking test. speakingnya saya dapat dengan bule cowok setengah baya, awal masuknya deg degan banget secara baru perdana ikut tes IELTS ini eh ternyata si bulenya nyantai banget... tema tesnya saya disuruh menceritakan tentang film.... tips dari saya; saat tes nyantai aja, biasanya examinernya udah pengalaman jadi dia bila merilexkan pikiran si terdakwa (heeee) trus usahakan menjawab dengan bahasa yang teratur dan grammarnya terarah, jika ada yang akan diterangkan jawablah dengan lebih terorganisir misalnya yang dimaksud dengan cendawan adalah 1. mikroba eukariot, 2. ......, 3. bla bla... jangan takut untuk mengucapkam ehm ehmm, well, karena itu merupakan sifat alamiah dari seseorang saat bicara...
tes IELTS terlewati aku harus menunggu 20 hari lagi tes wawancara, padahal pilihan tempat tes ku adalah padang tapi karena untuk Phd semua nya dipusatkan di Jakarta.
tes JST ini kami disuruh mempersiapkan proposal penelitian apa yang akan dikerjakan di aussie nantinya...
saran saya persiapkan betul proposal dengan sebaik-baiknya, diskusikan dengan perspective supervisor dengan teliti agar nanti pas JST bisa menjelaskan dengan lebih baik.
waktu antara tes IELTS dan JST, Jakarta banjir besar oiiiii siklus 5 tahunan ceh na..... akhirnya dua harian lampu tidak hidup mati total plus air juga gak ada..... masih untungnya dan bersyukur daerah kuningan belakang perbanas tidak terkena dampak banjir... akhirnya kami ngungsi ke Bogor juga.... berat nya perjuangan untuk menuntut ilmu diiringi juga dengan besarnya dana yang dikeluarkan untuk menggapainya,,,, heheeee karena berjuang bertiga jadi dananya ya dikali 3 (papa, kakak juga ikut.... kondisi si mama yang lagi hamil besar sich...) kamipun menginap di hotel dekat baranangsiang, niatnya sich mau nginap di hotel permata tapi karena belum booking lewat internet harganya mehong banget 750 ribu (berhubung dananya udah ngalir deras akibat tinggal di Jakarta 15 harian) akhirnya kami nginap di wisma surya kencana lumayan lah ada air panasnya dan kamarnya luas banget harganya cuma 350 ribu... kami menyewa mobil dan jalan-jalan ke taman safari ngajak si kakak.. Lumayan di bogor bisa menenangkan pikiran sejenak....
dibandara, lagi bingung mau tinggal dimana, cari penginapan dulu

wima surya kencana



bosan banget dijakarta, makannya harus diluar
Tes JST yang aku ikuti membuat aku menjadi kandidat terakhir yang diwawancara, karena awalan namaku adalah 'W' jadi yah pasti yang "A" lah yang duluan kalau urutannya sesuai abjad.
semua materi test tidak lari dari rencana riset dan isian di form yang kita kirim jadi sebaiknya sebelum tes pelajari dulu form yang udah kita isi beberapa bulan yang lalu. Kita diberikan waktu 15 menit untuk menceritakan tentang rencana riset kita dan 20 menit untuk diskusi, awalnya grogi banget... tapi ternyata seperti yang saya bilang examiner dari luar itu tidak pernah menjebak kita dalam memberi pertanyaan, mereka lebih ke arah diskusi jadi jangan khawatir, yang penting persiapkan proposal dengan sebaik mungkin.

hasil akhir dari perjuangan dengan membawa perut yang semakin membesar, anak kecil 1,20bulan, plus semua dana yang keluar hampir sembilan digit adalah aplikasi beasiswa ADS ku belum bisa diterima... Awalnya kecewa banget cuma kami percaya Allah SWT memberikan yang terbaik bagi keluarga kami, gak kebayang juga kalau lulus harus membawa bayi yang masih merah dan anak batita ke belantara jakarta selama minimal 6 bulan. terpisah dari suami dan beban pelatihan bahasa yang cukup berat. semua harus disyukuri apapun itu. Allah punya rencana lebih indah dari ini amin..... tak ada yang kami sesali dari perjuangan ini, suatu keberkahan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes IELTS gratis di IALF, dan pengalaman mengikuti JST yang tidak bisa didapatkan oleh semua orang. Beasiswa itu adalah misteri ilahi, kita harus berjuang tanpa bosan biar bisa diterima... jadi tetap dan selalu semangat dedy dan weni....

keripik pisang tanduk

Punya anak yang susah makan memiliki keuntungan dan kerugian heeeee.... kenapa saya katakan begitu? karena dengan sulitnya menemukan selera yang pas buat mereka membuat sang mamanya jadi rajin masak (secara kita dulukan anak mami juga jadi jarang masak heeeee makasih mama atas kasih sayangnya, selalu menyediakan makanan terlezat didunia untukku)
saya menghindari yang namanya membeli makanan diluar, selain anak-anaknya juga gak suka.... makanan yang dibeli sering ditambahkan penyedap rasa, garam yang banyak, pengembang, pelembut, kurang begitu higienies dan sebagainya.... nah sebagai mama yang baik saya selalu menyediakan cemilan dan makanan fresh from th oven by my self heeeee....
oke singkat cerita si kakak tata hobby banget makan keripik pisang, nah pas pergi ke tanjung jabung timur tepatnya sabak aku sempatkan membeli pisang tanduk yang harganya lumayan murah dengan kualitas yang sangat bagus dibanding jika dibeli di Jambi
kenapa saia pilih pisang tanduk sebagai bahan pembuatan keripik pisang ini, karena pisang tanduk pas dibuka tidak mengeluarkan getah jadi kita tidak perlu repot berkotor-kotoran dengan getah (untuk membuat keripik pisang sudah matang/tua namun masih berwarna hijau), dan pas di parut pisangnya tidak lengket sesama dia jadi proses penggorengan jadi lebih mudah, dan yang penting rasanya nya gurih dan manis.
Proses pembuatannya juga tidak memakan waktu yang lama, saia menggunakan 3 buah pisang tanduk menghasilkan satu baskom sedang keripik pisang, dan yang membuat proses pembuatan menjadi tidak terasa adalah setelah jadi konsumen setia saia melahapnya sampai habis ( senangnya kalo sikakak dan adek makannya lahap)

bahan:
  1. pisang tanduk 3 buah
  2. garam 1 sendok makan
  3. gula 2 sendok  makan
  4. bawang putih 3 siung
  5. minyak untuk menggoreng
cara membuat:
  1.  haluskan bawang putih, garam dan gula lalu larutkan dalam air
  2. kupas pisang (karena menggunakan pisang tanduk kita tidak perlu repot-repot mengolesi pisau dengan minyak goreng untuk menghilangkan getah nya), lalu parut tipis-tipis rendam di larutan gula, garam dan bawang putih
  3.  panaskan minyak goreng, lalu goreng sampai berwarna kekuningan
  4. sajikan



Selasa, 21 Oktober 2014

Resep Tahu brontak ala Padang

Suatu hari bingung mau makan apa, jadi teringat sama suasana zaman kos di Padang dulu... kalo lagi malas makan senangnya pergi ke ulak karang untuk beli tahu brontak pak Ujang, letaknya di simpang yang dekat dengan Bank BRI ulak karang (heeee gak begitu tau nama tempatnya). Pas liburan kepadang 4 bulan yang lalu ngajak bang dedy dan anak-anak merasakan tahu brontak ini, awalnya siabang bilang dimana-mana yang namanya bakwan itu rasanya sama aja yang penting pas dimakan masih dalam kondisi hangat (belum tau beliau dasyatnya rasa tahu brontak uka ini), aku sich senyumnya takut juga terlalu berlebihan promosinya, karena enaknya jajanan waktu ngekos itu beda ama enaknya sekarang (heeeee dulukan kondisi dompet masih haarga anak kos). Pas beli pun gak mau banyak-banyak 10 aja cicip dulu kata bang dedy, sekali pas nyampe dimulut beliau langsung bilang enak ya, kok bisa beda sama gorengan ala bakwan yang selama ini abnag makan???? ehm aku sich senyum aja, yah.... akunya yang pengen banget ama si tahu ini cuma makan dua buah selebihnya yah bang dedy lah.... heeee akhirnya kami mutar lagi beli lagi tahu brontak ini 30 buah. permasalahan mencari yang jaul tahu brontak ini adalah si mama tata dan azzam ini kan mental mapnya jelek banget jadi aku cuma tau tempatnya di ulak karang tok heeeee, Dengan bantuan GPS si terios adventure itu akhirnya dapat juga lokasi penjual tahu brontak ini (aku cuma ingat diulak karang dekat BRI nya, payah mentalnya bad map kata si abang).
Liburan ke Padang sebenarnya tidak terencana, dari Jambi kami di tugaskan menjadi pengawas independent pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA, waktu ujiannya cuma 3 hari tapi niatnya di kerinci sampai minggu, karena waktu ujiannya selesai hari Rabu jadi nanggung juga pulang cepat-cepat ke Jambi dan mama juga lagi banyak gawean di kantornya jadi gak efektif juga di Kerinci lama-lama. alasan lainya juga karena perjalanan dari Jambi ke kerinci itu kondisi jalannya ketemu tikungan eh nikung lagi dalam tikungan itu ( heeeee lebai ya.... jalannya itu berkelok-kelok banget), alasan lainnya yang lebih ekstrim ngabisin sisa honor ngawas ujian (heeee ini sich alasan mama tata dan azzam sich).
Dari Kerinci kami berangkat pagi biar bisa lihat pemandangan hamparan kebun teh, fotonya belum ketemu oiii ntar kalo ketemu di masukin deh, karena pemandangannya bagus banget, kebun teh itu letaknya di Kayu Aro sebelum ketemu kebun teh kita bisa menyaksikan perkebunan kayu manis atau casia vera, dari kejauhan terlihat seperti permadani yang terbentang luas berwarna merah kehijauan (sayang banget fotonya belum ada), melewati kebun kayu manis dan kebun teh kita bisa berenti di air terjun telun berasap (kenapa dikatakan berasap karena hempasan air dari atas kebawah disambut bebatuan sehingga percikan airnya mantul lagi keatas seperti asap dan air terjun ini termasuk ke dalam geopark merangin), sebelumnya kita bisa berenti juga sejenak menikmati jeruk kayu aro yang kecil-kecil tapi rasanya manis banget dan terung perus biasanya travel kerinci padang sering berenti disini.
melewati daerah kerinci kita memasuki wilayah sumbar, gak kerasa perjalanannya karena pemandangan alam yang masih asri, banyak wisata kuliner yang bisa kita cicipi sepanjang perjalanan rumah makan yang gak diragukan lagi rasanya secara orang sumbarkan hebat masak (gak ada ya yang namanya rumah makan padang di daerah sumbar) kita juga bisa berenti di alahan panjang daerah ini banyak sekali orang yang menjual markisa, oya selain beli markisa jangan lupa ya mencicipi kacang kulit yang udah dimasak dengan pasir panas (pengganti minyak goreng kali ya...) rasanya gurih banget..... masalah tempat sholat gak masalah disini betebaran mesjid atau mushala yang bersih dan airnya mengalir deras oya saya merekomendasikan mushala/mesjid ibu yang letaknya dialahan panjang, mesjidnya modern banget, toiletnya berrsih banget....
Sampai juga kami berempat di kota Padang, tempat yang pertama dikunjungi ya nyari hotel karena sikrucil berdua ini udah rewel pengen ngerebahin badan di kasur, tempat yang rekomendit bawa anak-anak bisa liat laut dan bisa berenang ya pangeran beach hotel, di hotel ini gak usah lagi susah-susah ke tepi pantai karena udah dekat pantai sich. Hotel kami dapatkan dari booking.com karena lebih murah dibandingkan langsung bayar dihotel, harga di booking.com 670 ribu harga di agoda 690 ribu dan harga langsung di hotel 920 ribu lumayan kan bedanya....



Alhamdulilah di Jambi juga sudah ada yang jual Judulnya ya Tahu Brontak Padang, lokasinya ada di daerah Mayang, depannya rumah sakit MMC, nah kalo lagi malas keluar dan pengen makan tahu brontak ala padang ini berikut saya tulis cara membuatnya (tentunya ala mama tata dan azzam heee)

Bahan
  1. Tahu putih ukuran sedang 3 buah digoreng (dipotong persegi tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal)
  2. tepung terigu 150 gram
  3. tepung beras 3 sendok makan (untuk mendapatkan rasa kriuk-kriuk)
  4. bawang merah 7 siung (diiris kecil-kecil)
  5. bawang putih 4 siung (diiris kecil-kecil)
  6. kol (4 lembar dibuang bagian keras yang ditengahnya trus diiris tipis-tipis dan dipotong lagi kecil-kecil, kol sedikit saja karena kalo kebanyakan tahunya gak kerasa yang dominan rasa kol aja jadi namanya gak tahu brontak lagi tapi udah berubah jadi bakwan)
  7. bawang daun 3 lembar(diiris tipis-tipis dan dengan ukuran yang kecil-kecil, kalo gak suka dan lagi gak ada di rumah boleh di skip ya)
  8. Air secukupnya untuk mendapatkan adonan tahu brontaknya (jangan kental dan jangan encer)
  9. Garam 1 sdm
  10. Gula 2 sdm (sesuai selera/ gula dan garam berfungsi sebagai penyedap jadi kalo suka pake penyedap boleh ditambahkan kedalam bahan ini,kebetulan saia selalu menghindari pemakaian penyedap jadi penggunaannya saia skip)
cara membuat:
  1. Sediakan baskom/tempat yang agak besar biar leluasa pas mengaduk adonan
  2. Tuangkan semua bahan kedalam baskom kecuali tahu, garam, gula dan air
  3. Aduk semua bahan hingga tercampur rata
  4. gula dan garam diaduk didalam air hal ini berfungsi agar kedua bahan ini bercampur rata
  5. tambahkan air dan air garam+gula kedalam bahan tadi, usahakan adonan tidak terlalu kental karena jika terlalu kental tekstur tahu brontaknya jadi sedikit keras/bantat tidak gurih, dan jangan terlalu encer karena kalo encer bahannya tidak menyatu dengan baik
  6. panaskan minyak goreng, lalu masukkan tahu satu persatu kedalam adonan (posisi tahunya diusahakan berada dibagian tengah adonan, jadi kenapa makanan ini dikasih nama tahu brontak,karena tahunya berada ditengah pas digoreng dia brontak mau keluar makanya jika udah masak tahu brontak ini, posisi tahunya udah nyempil sedikit)
  7. sajikan bisa hangat bisa dingin rasanya sama-sama enak, dan dimakan dengan saus dan sambal atau cabe rawit.
Catatan:
Tahu bisa diganti dengan telur atau sosis sesuai dengan selera


Selasa, 14 Oktober 2014

tulisan pertama

bismillahirrohmanirrohim...

alhamdulilah, akhirnya terwujud juga keinginan setelah sekian lama punya niatan membuat sebuah blog... niatan ini sudah bertahun-tahun yang lalu, cuma karena masalah kesibukan dengan dua bayi yang membuat waktu dan kosentrasi tersita habis hehehe...
rencananya, insyaAllah blog ini akan berisi pengalaman-pengalaman sederhana yang mungkin bagi sebagian orang tidak begitu penting untuk ditulis di blog, akan tetapi terkadang pengalaman kecil merupakan suatu hal yang bisa berguna untuk dibagikan bagi orang lain.

oya, aku belum memperkenalkan diri aku seorang ibu dari dua orang anak yang sungguh hebat, ibu dari Masyitah Dzatil Izzah (3,9 thn) dan Azzam Ahmad Achsani (1,7 thn), dan seorang istri dari suami yang terbaik bagiku dan ayah terbaik bagi kedua kurcaci kami. Keseharianku adalah sebagai ibu rumah tangga yang mengerjakan semua nya sendiri (hebat ya hehe, tanpa asisten rumah tangga) dan merangkap sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Jambi.