Minggu, 30 April 2017

membeli ikan di Reading UK



Sabtu, 30 Mei 2017

Pagi ini kami menikmati libur panjang dengan santainya dirumah, anak-anak malas-malasan dikamarnya sambil baca buku dan main...
Waktu libur seperti ini enaknya bisa nonton bareng si papa karena azzam asyik bermain dengan kakak, alhamdulilah suatu kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata melihat mereka tumbuh, pengennya mereka bayi terus biar bisa selalu digendong dan dipeluk.

Bermain bersama disaat papa dan kakak libur itu mengasyikkan, gak perlu bingung pagi-pagi mau masak bekal apa untuk kakak, karena kalo gak sesuai dikit aja ama lidahnya kakak dia langsung gak mau makan, gak repot juga nyiapin sarapan papa, antar jemput kakak... jadi santai aja dirumah...
Hari ini pertama kali papa naik sepeda belanja ke seewoo,dekat karena lewat kampus jadi bisa ditempuh dengan 15 menit pergi dan 30 menit pulang karena pulangnya mendaki jadi butuh waktu yang lebih dari pergi yang jalannya menurun.

Papa membeli cabe merah, disini cabe merahnya lebih murah dibanding beli dikampus atau di rahim store bedanya sampai GBP4 lumayan bisa beli 4 item kalo di poundland. Cabe ,merah merupakan salah satu item yang wajib bagi dapur kami, sebagai orang sumatera kami tidak bisa terpisahkan dari yang namanya sambal, walaupun kami harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk bisa menghadirkan sambal di meja makan... beli cabe rawit GBP1,60/100 gram; tapioca flour untuk buat pempek atau keripik GBP 0,86/500 gram; kecap manis ABC GBP 2,40/botl kaca besar; lemon grass/ serai GBP 0,80; Pangasius steik fish/ikan patin GBP 2,51/500 gram..

Kami selalu membeli ikan beku di seewoo, anak-anak suka makan ikan mackerell dan ikan kembung disini banyak pilihan ikan laut/ikan air tawar. Kadang-kadang kami bisa menemukan ikan-ikan yang lagi offer dan bisa membawa pulang cumi ukuran besar dengan harga GBP2,5/ 800 gram. Di daerah tempat tinggal  tidak ada yang jual ikan segar, yang ada ikan beku juga namun tidak banyak pilihan di store hanya menjual ikan tilapia fillet/ ikan nila dan ikan tenggiri tidak ada pilihan lain.

Orang inggris ini kurang suka bahkan tidak suka dengan ikan sehingga jarang sekali kita menemukan yang menjual ikan segar,  kalo mau makan ikan kita harus ke central. Awal kedatangan kami di Reading cukup kaget karena keluarga kami terbiasa menyantap ikan segar.  Kota Jambi merupakan Daerah Aliran Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera sehingga banyak rawa-rawa yang merupakan habitat ikan-ikan seperti ikan toman, ikan betok, ikan juaro, ikan gabus, ikan ikan ruan, ikan ikan, ikan patin, ikan balido, ikan baung, ikan sebelah, ikan seluang, ikan lambak, ikan sepat dan banyak ikan-ikan lagi yang rasanya nikmat karena disantap fresh. mudah sekali mendapatkan ikan-ikan ini dalam keadaan hidup di pasar atau dipinggiran jalan aur duri, dan sepanjang jalan bluran.

Setelah 4 bulan di Reading kami sudah tidak mau lagi membayangkan enaknya makan ikan segar,  cukup mensyukuri nikmat yang ada. Kami lebih banyak makan daging dan ayam karena memang itulah yang banyak dijual disekitar wokingham road, dan harus lebih banyak bersyukur karena bisa mendapatkan daging halal yang dekat dari rumah. Daging sapi/ beef without bone harganya GBP 10/1 kg , daging kambing/lamb with bone GBP 5,59/1kg, minced lamb/kambing giling GBP 8/kg, ayam kampung/ hard chicken GBP 3/ekor, ayam kecil/ baby chicken GBP 2,5/ekor, ayam sedang/medium chicken GBP 3/ekor, ayam besar/ big chicken GBP 4/ekor.
 
Kembali lagi dengan cerita awal, di dekat daerah seewoo ini juga ada fish market yang hanya ada pada hari jum’at dan dibuka jam 7.30-8.30 malam, kata teman yang sering kesini ikan-ikannya murah dibanding dengan harga di smalley alley dan di peri peri, karena kita membeli langsung dari pelayan. Bedanya kita harus membersihkan sendiri dirumah... lokasi fish market ini di RG2 7SZ didaerah lane barn, halte bus lane barn merupakan tempat kita berhenti jika akan belanja ke seewoo.

Fish market ini banyak pilihan ikan segar dan kita bisa mendapatkan kepala ikan salmon, tulang ikan salmon dan masih banyak lagi dengan harga yang sangat murah. Penasaran pengen berkunjung dan belanja ikan segar ke fish market ini, mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan diantar sama abang kesini...

Jumat, 28 April 2017

memilih Reading atau Delft



Beasiswa itu adalah anugrah ilahi, mendapatkan beasiswa sama dengan mendapatkan jodoh. Tidak bisa diprediksi apakah kita memenuhi persyaratan untuk lolos atau tidak, karena pengalaman selama ini semua persyaratan lengkap, tapi alhamdulilah belum lolos, hampir 6 tahun kami berjuang untuk bisa menndapatkan beasiswa keluar negeri.... 

mencari-cari, melengkapi persyaratan, mengirim aplikasi, proses menunggu pengumuman, tidak lolos, kirim lagi,wawancara,  tidak lolos lagi, kirim lagi, wawancara lagi, kirim lagi, tidak lolos, kirim lagi.... sampai pada titik jenuh akan perjuangan ini... ada kalanya semangat itu turun dan susah untuk naik lagi, menerima kalau mungkin kuliah diluar negeri bukan merupakan yang terbaik bagi kami, setahun pun kami habiskan untuk menenangkan diri mencoba untuk menyusun rencana B yaitu melanjutkan s3 barengan di dalam negeri, bukannya tidak mau sekolah di dalam negeri ceritanya adalah cita-cita suami dari kecil ingin merasakan sekolah di negeri luar sehingga keinginan itu masih membara di sanubari beliau (halah halah istilahnya cakep bener..). Dan saya sebagai istri yang baik (tuing tuing muji sendiri..) akan selalu mendukung dan membantu beliau...

Tahun 2014 setelah melahirkan azzam adalah masa untuk menenangkan diri tanpa mengirim aplikasi beasiswa s3. Masih terasa lelahnya mempersiapkan dokumen untuk mengikuti beasiswa AAS di tahun 2013 dan dalam keadaan hamil 7 bulan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti interview, jarak antara interview dan IELTS test 14 hari, jadilah kami izin dari kampus selama hampir 20 hari untuk menetap sementara di Jakarta, karena dokter tidak  merekomendasikan aku bolak balik dengan pesawat daripada beresiko akhirnya kami memilih menunggu sampai berakhirnya tes. 

Kami pun mengucapkan Bismillahhirohmanirrohim, tahun 2015 perjuangan kembali dimulai, di hati terngiang kalimat kalau pejuang beasiswa itu mereka tidak akan berhenti sampai betul-betul berada di sekolah yang mereka cita-citakan.... Suami mengirim aplikasi beasiswa NFP untuk master of science di environmental science IHE Unesco intake Agustus 2016, beliau mengangkat isu tentang Sungai Batanghari.

Pada tulisan sebelumnya sang suami mengikuti kelas bahasa inggris yang diselenggarakan oleh Dikti di UGM Jogja (silahkan dibaca:bagaimana situasi kami yang harus berpisah selama 3 bulan), saat mengikuti program tersebut suami mendapatkan email dari University of Reading UK, yang mengatakan bahwa ada dosen yang tertarik dengan outline proposal yang akan dilakukan untuk S3 beliau, maka terjadilah wawancara via Skype dengan calon Supervisor yang intinya beliau sangat tertarik dan inshaA mencoba mencarikan dana untuk riset tersebut, dengan catatan biaya untuk S3nya harus suami cari sendiri... lega, tentu belum karena hal yang terpenting bagi seorang dosen PNS adalah dana untuk melanjutkan sekolah karena untuk bisa sekolah S3 dengan biaya sendiri sangatlah berat bagi kami apalagi S3 nya di UK.

Tawaran dari UoR (singkatan University of Reading) diambil oleh suami beliaupun berjuang untuk mendapatkan LoA unconditional sebagai syarat mendapatkan beasiswa DIKTI, suami harus dua kali ikut IELTS test untuk memenuhi syarat nilai masuk Uni, overallnya cukup tapi masing-masing band kurang, hal ini membuat otak dan dompet mengap-mengap heeee... nasib jauh dari ibukota negara jadi selain dana testnya kami juga harus mengeluarkan biaya perjalanan dan akomodasi (jadi kalau datang kerumah kami yang ada hanya satu set kursi yang dibeli terpaksa alias kasian orang tua dan mertua kalau datang kerumah masa selonjoran, pegel...  pengen juga duduk dikursi), uang yang kami dapatkan dari sisa-sisa gaji dan honor kami tabung untuk persiapan hal-hal berbau akademis jadi aku meminimalisir bahkan untuk jalan-jalan bareng sohib shopping shopping, duduk di resto atau hal-hal enak yang biasa dilakukan oleh para perempuan, yang ada aku berusaha untuk menabung sedikit demi sedikit uang yang kami dapat untuk persiapan sekolahnya suami, sering kali sang suami memarahi aku untuk menikmati uang yang ada beli keperluanku (baju, sepatu, tas atau kosmetik) mungkin karena kasian ya hahahaha makasih pak suami...  dan alhamdulilah tabungan sangat membantu kami untuk bisa sampai di Reading UK.

LoA unconditional UoR sudah ditangan dan aplikasi beasiswapun diisi, LPDP menjadi tujuannya, namun list UoR tidak ada di LPDP padahal UoR termasuk kampus top juga di UK namun suami tetap mengirimkan dan alhamdulilah dipanggil wawancara, dan Jakartapun menjadi pilihan untuk tempat wawancara. Alhamdulilah pengumuman keluar dan tidak lolos lagi, kecewa...hanya sedikit karena kekecewaan sudah berganti dengan optimis dan yakin Allah SWT punya rencana yang lebih baik dari ini... sambil menunggu pengumuman aplikasi beasiswa s3 lainnya, suami mendapat email dari IHE-UNESCO bahwa beliau diterima di master program beasiswa NFP...

Alhamdulilah ini salah satu cita-cita kami bisa menginjakkan kaki di Delft kota kecil di Belanda tempat IHE-UNESCO berdiri, rencanapun dimulai proses keberangkatan sudah mulai dipersiapkan, sudah menghubungi PPI_Delft, dan sudah kontak dengan salah satu mahasiswa yang membawa keluarga untuk diskusi masalah tempat tinggal dan living cost.

Tidak beberapa lama pengumuman beasiswa program BUDI LN_LPDP keluar dan alhamdulilah lagi nama suami ada untuk panggilan wawancara, Batam dipilih sebagai tempat wawancara dan alhamdulilah beliaupun lulus tahap calon penerima beasiswa.

Galau dan bingung mau ambil yang mana, maunya dua-duanya, pengennya langsung ke dua tempat tersebut, tapi apa daya badan hanya satu dan harus memilih satu diantara keduanya... dengan deg-degan suami mengirim email pengunduran diri ke IHE-UNESCO, dan alhamdulilah lagi mereka bersimpati dengan keadaan suami, kami sedikit takut karena proses keberangkatan sudah dipersiapkan dokumen-dokumen sudah dikirim, asuransi sudah diemailkan, dan tiket akan segera dikirimkan, Allah SWT semua yang mengatur, prosesnya berjalan dengan lancar...

Sulit sekali untuk memilih antara NFP dengan BUDI LPDP, ada beberapa kelebihan dan kekurangan diantara keduanya, NFP tidak menanggung biaya keluarga tapi imigrasi Belanda lebih simpel dibanding imigrasi UK, BUDI LPDP menanggung biaya keluarga dan program yang diikuti S3 namun untuk menuju UK dengan membawa anggota keluarga banyak hal yang harus dipersiapkan terutama dana, peraturan imigrasi UK juga sedikit ribet dibanding Belanda.

Berdiskusi dengan mahasiswa yang sudah tinggal di Delft, mereka mengatakan bahwa dengan living cost yang diterima suami sudah bisa menghidupi kami sekeluarga, biaya hidup disana cukup murah dan juga anak yang sekolah nantinya akan mendapat tunjangan sekolah selain gratis juga mendapat uang saku.  Berdiskusi lagi dengan teman di UK banyak kelebihan sekolah di UK anak-anak jadi pasih berbahasa inggris dan sekolah gratis. Tapi daerah tempat suami akan kuliah biaya sewa rumah sangat mahal hampir sama dengan biaya sewa di daerah London yaitu berkisar 900-1200 GBP, mahal sekali bisa menyewa 3 rumah di daerah lain. 

Banyak pertimbangan, tentu saja pilihan yang diambil tidak mudah, Delft merupakan salah satu kota impian kami, UK bukan merupakan negara tujuan untuk kami sekolah. Manusia berencana dan Allah SWT yang memutuskan mana yang terbaik bagi umatnya.
Setelah istikharoh dan diskusi dengan kolega serta keluarga kami mantap untuk ke UK.. (proses menuju UK akan saya tulis terpisah).

Jumat, 21 April 2017

Aplikasi visa UK



Setelah pengumuman kelulusan beasiswa BUDI LPDP LN dan PK di Jogja, Bang Dedy  mulai mengurus dokumen untuk keberangkatan ke UK. University of Reading (UoR) memulai tahun ajaran baru pada bulan September seperti universitas lain di UK, untuk bisa intake di semester tersebut Bang Dedy harus paling lambat enrollment pada tanggal 19 September – 10 Oktober 2016, namun banyaknya dokumen yang harus dipersiapkan beliau memutuskan untuk mundur sampai bulan November 2016, dengan asumsi bisa langsung membawa keluarga.
 
Keputusan untuk memundurkan masa studi sudah kami diskusikan, aku menyarankan beliau untuk berangkat saja duluan dan beberapa bulan selanjutnya baru kami akan menyusul. Tapi alternatif ini tidak begitu pas dengan beliau dan kami yang ditinggal, dari awal kami berniat akan bersama-sama jika bang dedy lulus kuliah di luar negeri dengan keputusan aku harus cuti diluar tanggungan negara (ctln).
Bang dedy akhirnya mengirim email ke supervisornya meminta rekomendasi pemunduran perkuliahan sampai bulan November, namun bagi UoR, intake PhD program itu dimulai di bulan September, Januari dan April. Jadi bang dedy disarankan memilih ketiga bulan tersebut, dan waktu yang terbaik untuk keberangkatan dan penyelesaian dokumen adalah di bulan Januari.
Setelah positif perkuliahan dimulai bulan Januari, admission office UoR mengirimkan CAS number baru, karena CAS number yang lama tidak bisa dipakai lagi... sebelum diterbitkan CAS yang baru, bang dedy juga mengirim perubahan no paspor, karena beliau dihitung bertugas maka berhak mendapat paspor biru sementara di CAS yang lama masih pakai no paspor hijau, namun namanya manusia dimana-mana pasti ada miss nya dan CAS barupun terbit tetap dengan no paspor yang lama...
Sempat panik  karena takut kalo paspor biru berarti ga  bisa dipakai, setelah mengirim email konfirmasi lagi terkait no paspor yang salah tersebut admission office dari UoR tidak dapat menerbitkan lagi CAS letter baru,  tapi no paspor biru sudah di entry di sistem imigrasi UK. Untuk jaga-jaga, email dari UoR tentang perubahan tsb tetap kami print out klo2 di aplikasi visa bermasalah.

Banyak keuntungan jika kita memakai paspor biru, walaupun banyak juga yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara hijau atau biru. Namun bagi pemegang paspor biru yang kulliah di UK, bisa bebas masuk ke beberapa negara Uni Eropa, seperti Belgia, French, Belanda, Portugal dan lainnya.
Jika pemegang paspor hijau untuk masuk ke beberapa wilayah Eropa tersebut dikenakan visa dan untuk pengajuan visa tersebut kita harus mengeluarkan uang lagi sekitar 1,5 jutaan. Lumayan ya berhemat dan bisa masuk kapanpun, sedangkan pengajuan visa bisa untung-untungan ada yang dapat 1 bulan atau bahkan  6 bulan. Jadi jika mau mengajukan visa Uni Eropa harus diatur betul jadwalnya biar bisa kelliling Eropa dalam masa berlaku visa tersebut.
 
Aplikasi visa UK kami percayakan pada IBEC dan kontak personnya adalah mba Mike, karena kami tinggal di Jambi, lumayan jauh dari Jakarta, jadi memakai IBEC adalah alternatif yang sangat membantu sehingga kami hanya akan datang saat wawancara visa saja. Jadi lumayan hemat biaya transportasi and akomodasi. Untuk sampai ketahapan wawancara ini harus melewati beberapa tahapan.

Tahapan Pengajuan Visa Tier 4 general student dengan membawa keluarga versi keluarga kami:

  1. Test Tuberkolosis
  2. Dana deposit GBP 680 per bulan untuk 9 bulan 
  3. Booking hotel
  4. Pendaftaran dan pegajuan visa
  5. Wawancara
  6. Hasil


1. Test tuberkulosis
 
Test tuberkulosis kami lakukan di RS. Premier Bintaro. Kami memilih disini karena dari beberapa yang dibaca RS ini tidak seramai di RS. Premier Jatinegara, tapi pas kami datang lumayan rame juga yang test.
Syaratnya adalah bawa paspor asli dan pas foto 4x6 latar belakangnya bebas, sementara di RS. Premier Jatinegara latar belakang pas foto biru.

Rumah sakit yang ditunjuk oleh Embassy untuk mengeluarkan TB X ray adalah
a. Rs. Premier Jatinegara, Jakarta ; telpon 021 2800888
b. RS. Premier Bintaro, Jakarta; telpon 021 7455500
c. BIMC Hospital Kuta, Denpasar; telpon 0361 761263
d. RS. Premier Surabaya, Surabaya; telpon 031 5993211
 
Syarat terpenting tahap ini yaitu pada saat tes pastikan tubuh dalam kondisi prima, tidak boleh sakit, walaupun flu dan batuk. Kami sempat tertunda tes beberapa minggu, karena sebelum test tb tersebut anak-anak dan aku flu berat hampir 2 mingguan, sementara aku batuk-batuk selama hampir 3 minggu dan test tb itu diusahakan saat kondisi tubuh fit, akhirnya aku berobat ke dokter spesialis paru dan diagnosisnya aku terserang brongkitis akibat asap yang melanda kota Jambi beberapa waktu, aku diberikan antibiotik dan obat dan alhamdulilah 3 hari kemudian batukku sembuh.

Kami berangkat menuju Bintaro dan menginap di hotel Citradream, hotel ini rekomended karena letaknya disebelah Bintaro Plaza dan dekat jaraknya ke RS. Premier Bintaro. Hasil tes TB sebenarnya bisa diambil hari itu tapi karena saat itu banyak banget yang test dan rata-rata calon mahasiswa yang akan ke UK, Australia dan beberapa negara lainnya sehingga baru bisa diambil jam 9 besok pagi.
Pengambilan hasil bisa didiskusikan dengan pihak rumah sakit jika kita jauh dari Jakarta, karena teman yang dari Medan bisa minta hasilnya sore itu juga... tapi kami sudah terlanjur mengatur keberangkatan dan menginap 3 malam di Citradream jadi ya kami ambil hasil besok harinya. Perjalanan membawa 2 anak kecil yang susah ditebak  itu kita harus siap-siap dengan waktu, ruang dan uang ekstra biar anaknya nyaman orang tuanya tenang...
Test TB dilakukan dengan x-ray, jadi sebelum test kita dilatih ambil nafas dalam2 trus tahan dilepas saat tunggu aba-aba dari petugas, alhamdulilah saya satu kali sudah bagus hasil x-ray nya, tapi suami harus diulang 2 kali karena kurang pas dalam ambil dan tahan nafasnya. Sedangkan anak-anak hanya diperiksa dengan stetoskop oleh dokter, dokternya baik banget jadi anak-anak gak takut serasa main-main aja, jadi ingat serial upin dan ipin bagian mereka akan disunat nah dokternya gitu baik banget dan perhatian sama anak-anak...
Besok paginya dag dig dug mau ambil hasilnya takut ada apa-apa, lumayan juga nunggu 6 bulan kedepan.. apalagi kakak saat test lagi demam dan suhu badannya 39, sebelum ambil hasilnya bang dedy dikasih invoice untuk dibayar
Alhamdulilah hasilnya negatif TB, walaupun sepertinya test ini hanya syarat pengajuan visa tapi test ini sangat penting untuk berhasil tidaknya kita berangkat ke UK. Kalo hasilnya positif bukan berarti kita tidak punya kesempatan untuk memasuki UK tapi kita harus menunggu 6 bulan kedepan, dengan catatan kita dalam perawatan dokter untuk pemulihan infeksi virus TB. Setelah itu kita bisa test lagi untuk mendapatkan sertifikat bebas TB. Masa berlaku sertifikat ini adalah 6 bulan..
2. Tabungan untuk dependant
Mahasiswa yang sekolah lebih dari 6 bulan ke UK membutuhkan  Tier 4 Student Visa, karena bawa keluarga jadi embassy mengharuskan ada dana deposit untuk memastikan anggota keluarga yang ikut tidak jadi gelandangan di UK hehehe, padahal dari kawan-kawan yang kuliah di negara lain, jika sudah ada surat sponsor yang menyatakan bahwa anggota keluarga juga ditanggung maka dana deposit boleh ditiadakan. Inilah salah satu tantangan kami untuk bisa rombongan ke UK karena dana yang harus dipersiapkan untuk deposit tidak sedikit, sementara dana-dana lain yang harus dikeluarkanpun tidak terhitung lagi banyaknya..
awal-awal menyiapkan keberangkatan ini rasanya gak mungkin bisa memenuhi semua persyaratan pengajuan visa, setiap malam kami berdiskusi apa sebaiknya yang akan kami lakukan. Banyak alternatif yang kami susun diantaranya menjual mobil, karena saat itu hanya itu satu-satunya harta yang nilainya cukup besar, ada rumah dan 2 bidang tanah yang bisa dijual tapi rasanya sayang banget, apalagi salah satu tanah rencananya akan dibangun rumah sederhana tempat kami menghabiskan hari-hari tua di Jambi.
Alhamdulilah reseki kita tidak bisa menduga-duga  bisa dari mana saja, beruntung kami punya keluarga yang peduli dan mendukung keputusan kami berangkat sekeluarga ke UK, jadi dana deposit ini kami pinjam dari tante-tante, nenek, mama serta kakak. Dan mereka dengan senang hati mentransfer dana ke tabungan kami 3 bulan sebelum pengajuan visa.
Dana deposit ini diperlukan hanya 28 hari sebelum pengajuan visa dan 4 minggu setelah wawancara visa, jika hasil pengajuan visa keluar dana deposit ini bisa langsung diambil, jadi tidak ada salahnya kalo nanti teman-teman yang ingin mengajukan visa UK untuk dana dependant ini bisa meminjam ke keluarga atau teman, karena dana ini tidak terpakai dan berkurang hanya sebagai bukti bahwa anggota keluarga tersebut tidak terlantar di UK.
Dana deposit yang mengendap harus 28 hari sebelum tanggal pengajuan visa, untuk wilayah London 1 orang per bulannya harus menyiapkan GBP 980 selama 9 bulan sementara di luar wilayah London adalah GBP 680, hitungan dana deposit tersebut adalah Rp 20.000 per GBP, padahal saat itu 1 GBP= Rp 16.600. Dana deposit yang harus dipersiapkan  adalah Rp 367.200.000; dengan rincian
3 orang dependant = GBP 680 x 9 bulan x Rp 20.000 x 3 orang= Rp 367.200.000
Selain melampirkan buku tabungan, kita juga melampirkan surat dari bank yang menyatakan bahwa betul atas nama (boleh suami boleh istri) memiliki tabungan dengan jumlah tersebut.

3. Booking hotel

Bukti booking hotel diharuskan untuk pengajuan visa karena kami membawa anak-anak jadi embassy perlu memastikan bahwa anak-anak aman saat tiba di UK tanpa harus mencari-cari lagi penginapan sesampai di UK.
Kami memesan hotel melalui situs Booking.com selama 3 hari karena bisa membatalkan pesanan secara gratis tanpa dipungut biaya, situs lain juga bisa seperti Agoda.com, traveloka dan situs-situs lainnya.
Kenapa kami memesan hotel yang bisa dibatalkan karena kami belum pasti kapan berangkatnya, surat-surat tugas belajar dan cuti diular tanggunan negara belum siap, dan situs Booking.com punya waktu pembatalan yang panjang dan bisa 5 jam sebelum waktu check in.


4. Mendaftar dan biaya  pengajuan visa UK
Pendaftar dan hal-hal lain terkait pengajuan visa sudah dibantu IBEC melalui mba Mike, dan setiap dokumen dikenakan biaya Rp 500.000, biaya ini cukup murah dibandingkan kita harus bolak balik ke jakarta walaupun semua isian secara online namun mengisi form pengajuan visa dengan kondisi yang saat itu sangat sibuk membuat kita tidak kosentrasi (baanyak hal yang harus dipersiapkan baik itu urasan rumah, kantor maupun lain-lain karena harus meninggalkan Indonesia untuk waktu yang cukup lama).  
Total biaya yang harus kami keluarkan saat itu untuk pengajuan visa adalah Rp85.884.800,  sesak nafas saat harus mengeluarkan banyak uang dalam waktu hanya hitungan menit, padahal kami mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari sisa-sisa belanja dan honor-honor yang diterima di kampus selama bertahun-tahun. Inilah yang namanya perjuangan dan pengorbanan, kata orang-orang enak yang bisa sekolah keluar negeri serta membawa semua anggota keluarga”, cukup ucapkan “alhamdulilah”, karena orang-orang tidak perlu tau bagaimana perjuangan dan pengorbanan kita untuk bisa sampai ketahapan ini.
Biaya untuk Tier 4 Visa Student beserta dependant adalah sebagai berikut;
a. Biaya visa = $ 420
b. Biaya IHS = $ 224,4/tahun x 5 = $ 1,122( CAS 4 tahun 7 bulan jadi dibulatkan menjadi 5 tahun sehingga dikali 5 )


Setelah dokumen siap, lalu daftar, bayar dan menunggu waktu wawancara.