Rabu, 24 Oktober 2018

Wellington country park

Wah udah lama gak nulis, sebenarnya banyak yang pengen diceritakan, dasar emak2 kerjaannya gak jelas tapi rasanya kok waktunya gak cukup2, rumah gak beres2, masakan ala kadar, dan yang penting negara harus aman terkendali.

Aku pengen ngeriview salah satu destinasi liburan yang nyaman untuk family, yaitu Wellington Country Park yang letaknya Di RG7, kami tinggalkan Di RG6, cuma beda satu nomor tapi jarangnya lumayan jauh, jika menggunakan bus kita harus membeli ticket network, ticket ini bisa dipakai untuk area Reading dan diluar Reading tapi masih dalam satu area Reading Buses (www.readingbuses.com).

Kami kesini diundang oleh teman satu kelas Azzam, dia mengundang seluruh teman kelasnya (hal ini jarang dilakukan, biasanya jika mengadakan party seseorang January mengundang beberapa orang saja). Nah di undangannya ditulis kalau ticket berlaku untuk satu child Dan satu adult, tapi orang tua temannya Azzam mengizinkan request jika kita butuh ekstra ticket.

Bingung sih, gak enak udah diundang kok malah minta ekstra ticket. Kata sang Bapak biar dia aja yang pergi bareng Azzam dan jikapun pergi berempat kita bayar sendiri aja tiketnya.

Pas pulang sekolah, anak2 main di Palmer Park, eh.. ketemu ama Ibu dan teman nya Azzam yang mau ulang tahun. Dan... Dia menawarkan "weni, if you want, I am happy to give you ekstra ticket so whole of your family can go to Pi's b'day"
Wahhh sebagai emak2 Aku cuma bilang "Waw awesome, many thanks for your invitation"

Yah gimana kami gak enak, yang ulang tahun anaknya Supervisor si Bapak. Dan si Bapakpun di email oleh beliau kalau ticket nya udah dipesan untuk 4 orang.



Okay deh ini review dari Kami sekeluarga
1. Transportasi
Semua teman Azzam yang pergi, gak ada yang Naik bus semuanya naik mobil.. nasib mahasiswa harus irit dan siap siaga naik transportasi umum
Kami naik bus no 7, Wellington country park diluar area Reading jadi kami membeli network group ticket seharga £10 yang bisa dipakai seharian bebas di area network ticket sampai ke Newbury (kecuali Henley&Thames, Oxford karena bus ini diluar wilayah operational Reading buses).
Shuttle bus dari dan kembali ke Reading berada didepan pintu masuk. Shuttle bus kembali ke Reading tidak ada jadi kita berdiri aja di depan shuttle bus menuju Fleet.

2. Wellington Country Park
Park ini sangat bagus untuk area bermain anak2. Fasilitaso utdoornyo menyenangkan bagi kakak, adek dan teman-temannya.
Sebaiknya datang pas summer, gak kebayang kalau musim dingin berada di park ini.
Setelah berkeliling ternyata banyak permainan playground seperti park2 yang ada, tapi lebih komplit. Ada Taman dinosaurs, ada bouncy castle, fairy house, sprinkle water dll.


3. Acara ulang tahun
Pastinya ada gedung untuk mengadakan acara. Ya seperti ruangan yang besar   tempat anak-anak berkumpul. Acara ulang tahun tidak seheboh di Indonesia sangat sederhana sekali  hanya tiup lilin, face painting, Naik kereta api, dan makan-makan (sangat sederhana untuk ukuran Indonesia). Aku gak berani ambil dokumentasi, British gak suka kalau anak-anak mereka difoto apalagi dimasukkan ke media sosial. Mereka sangat protektif sekali dengan privasi si anak.

Pelajaran yang diambil:
tidak semua momen harus didokumentasikan. Karena apa yang membekas dikepala, pikiran itulah yang penting dan tidak perlu semua orang tau apa yang kita lakukan. Teman-teman British banyak yang tidak punya account fb, ig dll krn mereka menganggap tidak penting untuk tau urusan orang dengan membaca status di wall sosmed. Mereka merasa tidak sopan untuk melihat kegiatan orang lain di fb.
Semenjak banyak bergaul dan berinteraksi dengan British, aku lebih banyak menikmati tiap momen dan acara. Tidak sibuk untuk mengambil foto atau video. Aku merasakan perbedaan! Walaupun aku masih suka mengambil dokumentasi untuk konsumsi keluarga.

Kesimpulannya:
Untuk acara outdoor Wellington Country Park sangat recommended
Reading
Juni 2018

Jumat, 10 November 2017

Biaya hidup di Reading inggris

Setelah hampir 11 bulan kami sekeluarga pindah ke Inggris, saya sebagai emak2 rempong yang kurang ramping πŸ˜‚ sudah bisa mengatur biaya untuk keberlangsungan kehidupan di rantau yang hanya mengandalkan kiriman dari sponsorship (terima kasih Dikti dan LPDP melalu beasiswa Budi Ln nya). Beasiswa dikirim triwulan, jadi harus betul-betul ketat mengatur pengeluaran biar bisa bertahan di 3 bulan berikutnya πŸ˜‚.

Permasalahan hidup di Reading ini adalah akomodasi yang sangat mahal, biaya sewa rumah saja harus mengeluarkan £ 950, belum termasuk rekening listrik, air, internet dan lain-lain. Biaya rekening sekitar £200. Sementara untuk biaya makan terbilang cukup murah, sayuran dan buah-buahan melimpah dengan harga yang terjangkau.

Awal hidup disini saya belum tau dimana tempat belanja yang murah, jadi masih mencari-cari pola belanja untk mengatur pengeluaran. Karena masih belanja dengan cara yang "tidak hemat", kami harus menarik uang dari tabungan sekitar £200  diakhir bulan ketiga.

Inilah tips dari saya untuk menghemat uang agar bisa bertahan sampai detik terakhir di bulan ketiga:
1. Belanja kebutuhan groceries online di Morrisons untuk kebutuhan selama tiga bulan. Saya biasa membeli beras, minyak goreng, tepung, gula, sabun cuci piring, softener, spaghetti dan pasta, garam, minyak zaitun, gloves. Biasanya total belanja untuk tiga bulan adalah sebesar £90. Belanja online groceries selain hemat juga gak ribet, jangan bayangkan kalau di Indonesia kita belanja ke mall terus masukkan barang ke mobil dan sampai di garasi rumah. Di Inggris kami selalu naik dan turun bus yang haltenya cukup jauh dari rumah. Jadi cukup menghemat uang dan tenaga😁

2. Belanja di poundland atau poundworld
Kebutuhan saus tomat, tissue, kitchen towel, tissue toilet, sabun mandi, detergen lebih murah dan bagus kualitasnya disini, saya pernah beli di Morrissons selain harganya lebih mahal tissuenya juga lebih tipis. Sekali seminggu biasanya kami ke town dan anak-anak biasanya beli mainan disini.

3. Belanja di Tesco dan  Lidl
Saya menghindari masuk toko terlalu sering, setidaknya kita akan mengeluarkan uang £10 ada saja yang dibeli, ntah itu permen, buah atau lainnya.
awal hidup disini tiap hari setelah mengantar si kakak sekolah saya selalu masuk toko Pakistan, India, Halal meat, bahkan charity shop. Kebutuhan dapur saya beli tiap hari, karena dekat dan sekalian cuci mata. Ternyata inilah salah satu celah kebocoran anggaran πŸ˜‚πŸ˜‚, tiap hari £5-£10 pasti habis.
Akhirnya saya menemukan pola untuk berhemat dengan belanja mingguan. Saya menyediakan waktu satu hari untuk belanja dengan membawa troli agar mampu membawa semua kebutuhan dapur. Tempat yang murah untuk belanja buah sayur dan cemilan anak-anak adalah di Lidl, tapi lumayan jauh dari rumah. Karena ingin berhemat saya biasa jalan kaki ke town, jadi hanya bisa sebatas Tesco. Hanya saja cemilan anak-anak lumayan mahal untk ukuran saya jika belanja disini. Saya pun mengeluarkan uang sebesar £4 untuk tiket bus all day biar bisa belanja ke Lidl.
Disini saya akan menghabiskan uang sekitar £30. sayuran dengan kualitas super dan organik sering promo, buah-buahan, keju, coklat, chips, cemilan2, kentang, dan lainnya dibeli dengan harga yang jauh lebih murah jika belanja di toko pakistan atau india didekat rumah. Pepperoni, sosis, roti tawar masih saya beli di toko karena di Lidl tidak halal, sementara roti kingsmill lebih murah di Early dan si bapak bilang kalau ada roti yang ada label halalnya lebih utama dibeli walaupun banyak roti murah dengan label vegan/vegetarian dengan harga yang jauh lebih murah di Tesco/Lidl.

4. UK halal meat
Kebutuhan protein kami beli disini selai  halal juga dekat rumah untuk ayam satu ekor £3,50; ikan frozen £5, beef £7, lamb/sheep £7

5. Beli ikan segar
Biasanya saya lebih senang belanja ikan di fish guy karena lebih segar, tapi karena jauh akhirnya saya beli di town (smelly alley atau reading quality fish)
Harga nya untuk ikan tilapia £7/kg, king prawn £11/kg, seabream dan seabass £10/6 ekor, ikan Indian mackerel £11/kg, baby jack £6/kg, salmon £12/kg

Kalkulasi biaya hidup selama satu bulan bagi keluarga dengan 2 anak adalah biaya sewa rumah+rekening sebesar £1200, groceries £30, makan £200, jalan-jalan £80. Standar biaya hidup normal, terkadang kita punya beberapa kebutuhan yang tak terduga, so far selama ini kami berusaha mencukupkan uang yang ada dan alhamdulillah dengan belanja metode diatas kami bisa cukup sampai bulan ketiga.

Sabtu, 29 Juli 2017

Pempek

Setelah 6 bulan  barulah siemak bisa menaklukkan dapur Inggris ini dengan makanan Jambi seutuhnya... Kenapa saya mengatakan kuliner jambi"seutuhnya"? Orang Jambi hampir sama dengan Palembang mereka jika tidak ngirup cuko rasanya kurang afdol, bahkan sarapan pagi itu istilahnya "sudah nyuko?"


Suami kalau makan aneka gorengan selalu mencelup ke dalam cuko, jadi saya selalu menyediakan cuko di kulkas. Yah.. sebagai keturunan Jambi-Palembang dari sebelum lahir darahnya sudah mengalir cuko hehehe jadi gak bisa dipisahkan dengan pempek dan cuko...


Percobaan demi percobaan saya lakukan untuk membuat pempek tapi hasilnya pempek yg alot, lembek, kenyal, keras, bahkan tak bisa dibentuk... Rasanya kecewa banget, berhubung di Jambi saya termasuk kategori  cukup mumpuni membuat pempek. Tepung tapioka yang dijual disini berbeda dengan tepung sagu tani yang biasa saya gunakan. Tepung ini membuat adonan pempek sulit dibentuk, mengeras, jika di rebus akan kembang, setelah digoreng akan kempes dan kenyal.


Saya sudah mencari2 yang menjual sagu tani online, harganya lumayan mahal  1 kg £8 +£5 ongkos kirim. Alternatif ini tidak jadi saya ambil, kebayang dong beli tepung sagu £13 sementara tapioka harganya gak sampai £1 untuk 500 gram. Sementara si Bapak saya buatkan pempek ubi dan pempek pistel saja. Yah.. Yang penting nyuko ya love... (sok gaya British)

Banyak sudah adonan pempek yang berakhir di plastik sampah, sedih banget buang2 makanan tapi apa daya. Dimakan tak bisa tertelan, untunglah buatnya dikit2 jadi bisa mengurangi rasa berdosa menyia-nyiakan makanan.


Membuat pempek, jika kita bertanya ke masing-masing orang akan berbeda-beda caranya. Tapi rasanya tetap sama jika dimakan pakai cuko yang berkwalitas. Kunci utama kelezatan cuko adalah gula batok yang digunakan. Kenapa gula batok? Karena gula ini akan memberikan warna hitam pada cuko dan membuat cuko kental.


Baiklah sekarang saya akan mencoba berbagi resep pempek yang dibuat di Reading ya.. Kalau di Indonesia saya yakin rasanya akan lebih gurih dan lebih hemat. Hemat karena ikan yang digunakan sebanding dengan tepung, 1 kg daging ikan giling bisa dimasukkan 700-1000 gram sagu.  Kalau disini 500 gram daging giling hanya bisa dibuat 25 buah pempek ukuran kecil. Saya belum menemukan cara untuk bisa membuat pempek dengan banyak tepung, hasilnya akan "gagal". Tepung tapioka yang di masukkan ke dalam 500 gram ikan giling hanya 5-7 sdm saja asal daging ikan merekat. Jadinya pempek sehat bebas msg dan full ikan, sehat untuk anak2..


Note: Rahasia pempek buatanku berhasil di Reading, adalah ikan harus dalam kondisi suhu ruang, jadi jika membeli ikan frozen hari ini baru bisa diolah besoknya...  Hal ini untuk mengurangi kadar air sehingga tapioka yang dibutuhkan juga sedikit.


Pempek lenjer

Pempek lenjer


Bahan:
Ikan fillet 500 gram
Tapioka 7 sdm
Garam 1 sdm
Gula 1 sdt
Bawang putih 1 siung besar

Cara membuat :
Masukkan bahan ke dalam food processor kecuali tapioka, giling sampe halus baru masukkan tapioka.
Lumuri tangan dengan tepung tapioka, ambil 1 sdm adonan buat bulat lonjong. Lakukan sampai adonan habis.
Didihkan air, masukkan pempek lenjer tunggu sampai pempek mengapung biarkan agak 10 menit baru diangkat dan tiriskan.
Goreng lenjer sebelum dinikmati


Pempek adaan

Pempek adaan

Bahan:
Ikan fillet 500 gram
Tapioka 7 sdm
Garam 1 sdm
Gula 1 sdt
Bawang putih 6 siung
Bawang merah goreng 2 sendok
Bawang daun bagian putih 3 batang
Telur 1 butir

Cara membuat :
Masukkan bahan ke dalam food processor kecuali tapioka, giling sampe halus baru masukkan tapioka.
Lumuri tangan dengan tepung tapioka, ambil 1 sdm adonan buat bulat lonjong. Lakukan sampai adonan habis.
Didihkan air, masukkan pempek adaan tunggu sampai pempek mengapung biarkan agak 10 menit baru diangkat dan tiriskan.
Goreng pempek adaan nikmati dengan cuko

Jumat, 30 Juni 2017

Kakak pindah kelas year 2

Gak terasa sudah 6 bulan kakak sekolah di year 1 Primary School. Pertengahan Juli anak-anak libur dan masuk kembali awal September.

Kamis 29 Juni, kakak bawa selembar kertas yang berisi tentang dimana penempatan kakak nanti di kelas 2. Kakak dapat di kelas Mr. Harris, kami belum pernah bertemu beliau karena beliau juga ternyata baru pindah ke APS. Mr.Harris sebagai Assitant Headteacher Year 2, ada 4 kelas untuk year 2.
Surat penempatan kakak di kelas 2 H

Kakak sedih karena bakalan pisah ama teman-temannya, terlebih dia sudah senang banget belajar dengan Miss Goodchild dan Miss.Koboha. Banyak sekali permintaan terima kasih untuk kedua guru kelas kakak tersebut, saat pertama kali masuk sekolah kakak gak bisa bahasa Inggris.


Guru kakak sabar-sabar semua, dan mereka selalu mengapresiasi apapun yang dilakukan oleh muridnya, gak pernah tuch mereka marah karena gak buat pr atau mereka komplain ke orang tua kalau anaknya nakal. Sedikit saja prakarya yang dibuat muridnya, mereka sangat mendukung dan mengatakan bahwa itu bagus. Hal ini lah yang membuat kepercayaan diri kakak meningkat, hanya 2 minggu dia sudah bisa mengikuti pelajaran dalam bahasa yang sangat berbeda dengan bahasa yang sering digunakannya. Selain itu, kakak juga jadi lebih berani untuk mengungkapkan pendapatnya, jiwa kritisnya jadi terbangun dengan baik.


Selamat memasuki year 2 ya kakak tata, terima kasih banyak Miss.Goodchild dan miss. Koboha atas bimbingannya


Reading, 29 June 2017


Rutinitas setelah masak

Memasak adalah kegiatan rutin ya aku lakukan, bukannya di Inggris saja di Jambipun aku selalu masak sendiri. Setelah menikah kami langsung hidup sendiri di perantauan jadi ya otomatis enak gak enak si Bapake harus menikmati masakan istri tercinta hehehe..

Selama jadi kokinya Pak Dedy, masakanku dikondisikan enak semua. Jadi kalau mau koreksi rasa jangan tanya ke Bapake, liat aja dari cara dan tempo makan beliau.. Kalau lahap berarti enak dan pas kalau agak melambat berarti kurang enak hehehehe...

Aku pengen ngebahas cara memasakku, walaupun masih jauh dari kata "hebat" minimal aku menjaga kebersihan dan kehigienisan alat dan bahan memasak.
Berturut-turut punya bayi membuat aku menjaga sekali kondisi kebersihan peralatan memasak. Sebagai orang yang sering berkecimpung di bidang Mikrobiologi, aku sedikit cerewet dengan kuman-kuman yang kemungkinan ada di dapur. Salah satu alasan anak-anak jarang sekali jajan, ya karena ibunya paranoid sama jamur dan bakteri hehehe.. Gimana gak, wong kerjanya biakin bakteri dan jamur di kampus hehe...


Salah satu kebiasaanku yang sering dikomen sama Bapake adalah merebus kain lap setelah memasak atau setelah digunakan.. Selain malas utk mencucinya, merebus kain lap bisa menghilangkan bakteri dari kain tersebut dan siap untuk digunakan lagi. Alasan kenapa aku merebus karena kulit jari tanganku sensitif dengan detergen sehingga mencuci dengan detergen menjadi pekerjaan yang aku hindari.

Panci khusus untuk merebus kain lap


Aku juga terbiasa masak dan melakukan aktivitas bersih2 dengan menggunakan glove. Hal ini kulakukan bukan karena sok higienis tapi memang kulit tanganku sangat sensitif jadi harus dibungkus glove biar terlindung dari zat kimia. Masih banyak yang harus disyukuri, ada dua tangan untuk menulis dan mengerjakan banyak hal Alhamdulilah

Kulit tangan sensitif, jadi pake glove untuk mengerjakan pekerjaan rumah, terkadang saat mengiris bawang putih membuat kulit jari iritasi perih banget.. πŸ˜‚πŸ˜₯😨



Reading 30 June 2017

Selasa, 27 Juni 2017

Kompor listrik rusak

Kemaren kompor dirumah meletup, ya Allah aku takut banget. Kebayang gak bisa masak, padahal dapur merupakan salah satu bagian terpenting hidup di Inggris, gak mungkinkan beli nasi padang atau nasi uduk seperti di Jambi. Sedihnya lagi ngebayangin uang servis yang harus dikeluarkan untuk memperbaikinya. Keluarga mba erina aja saluran cuci piringnya mampet panggil plumber tagihannya  £190  itupun sudah didiskon krn plumbernya muslim.

Kompor listrik yang meletup

Hari itu papa jg musti ke lapangan jadi gak bisa ngubungi landlord, landlordnya gak jelas kl ditelpon jd mending datang langsung aja ke hotelnya. Oiya landlord kami orang India punya banyak properti di Reading, kata orang adams estate beliau punya hampir 100 rumah.. Waw mantap banget dan punya hotel juga yaitu town tower depan Palmer park.



Sepulang dari lapangan papa ke kantor adams estate ternyata mereka tidak mengurus urusan furnished dan menyarankan papa langsung ke landlordnya. Ketika datang ke hotelnya ternyata mr. Majinder gak ada, beliau baru datang jam 3.30 sore.


Papa pun mendatangi si bapak landlord itu dan Alhamdulillah  beliau baik banget dan mengatakan kalau akan panggil tukang listrik untk memperbaikinya, bayang-bayang uang servis komporpun lenyap hehehe landlordnya yang akan memperbaikinya.

Selain iti beliau juga menanyakan apakah akan memperpanjang kontrak rumah, dan papapun bilang iya karena maksimal kami disini 4 tahun,dan kalau bisa gak usah pindah2 rumah ribetkan.. Dan beliaupun senang yaiyalah.. Akan didiskusikan lagi tentang sewa menyewa nanti.. Dan bulan ini beliau membolehkan kami bayar sewa telat, karena cuti bersama lebaran, family allowance yang seharusnya sudah cair jadi belum cair menunggu habis masa cuti.

Mr.majinder landlord kami dan teknisi listrik


Hari ini jam 11.30 sang teknisi listrikpun datang ditemani mr.majinder ternyata kabel kompornya hangus, teknisi sebelumnya memasak terlalu dekat dengan hob sehingga panas hob membuat kabelnya terbakar. Cukup 15 menit dan komporpun hidup seperti sedia kala, Alhamdulillah.. Banyak bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah SWT...


Reading, 27 juni 2017

Senin, 26 Juni 2017

Lebaran 2017 di Reading UK



Ramadhan telah meninggalkan kita, mudah-mudahan Allah SWT mempertemukan kembali kita ke Ramadhan berikutnya, semoga amal ibadah kita diterima dan semakin lebih baik, Aamiin yra..
After Eid pray at UoR

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, the antony's merayakan lebaran pertama di rantau.

Suasana open house di rumah pak lexy dan bu lea


Banyak cerita teman teman yang merayakan lebaran di negeri yang minoritas muslim. beraneka pengalaman yang harus kita ambil hikmah, bahwa beribadah merupakan urusan hati dan tekat jika iman kita sudah kuat inshaaAllah kemudahan akan selalu datang menghampiri kita, Aamiin yra..

Suasana shalat ied di lapangan APS dilihat dari flatnya mba erina

Kejadian demi kejadian di Ramadhan kali ini yang memilukan bagi muslim khususnya di London, dari tuduhan sebagai pembuat keonaran, kebakaran gedung yang mayoritas penghuninya muslim, tabrakan oleh mobil saat sister and brother pulang taraweh. Hal ini membuat aku agak ngeri untuk jalan-jalan jauh, menghindari keramaian, dan gak berani pergi sendiri yang lingkungannya tidak aku kenal. Biasanya, untuk menghilangkan kejenuhan aku biasa eksplorasi daerah-daerah baru, jalan kaki atau naik bus sendiri. Sekarang aku sebatas pergi ke town aja belanja, atau jalan2 disekitaran tempat tinggal yang aku sudah tau bagaimana kondisinya.

Rombongan di bus 21 dari rumah mba rini, serasa bus milik sendiri


Selama 6 bulan di Inggris kami belum pernah merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan, dan mudah-mudahan jangan. Bahkan kami merasa toleransi di area tempat tinggal kami sangat baik, karena beraneka ragam agama dan budaya. Dari arab, turki, pakistan, suriah, india, banglades, cina, jepang dan banyak lagi hidup rukun bersama penduduk lokal dan kita tidak merasa asing. Pernah kami naik bus lion no 4 sampai ke wokingham, terasa sekali perbedaan auranya karena disana masih sedikit pendatang. 


Ladies of Indonesian at Reading, mba rini house

Merayakan idul fitri di Reading, kami merasakan semaraknya. Di area tempat tinggal saja ada 4 tempat untuk melaksanakan shalat id, mulai dari mesjid Aisha, Palmer park, lapangan Alfred Sutton, dan kampus UoR. Alhamdulilah untuk nikmat Islam disini. Bahkan sekolah kakak saja diberikan libur khusus bagi pupil yang merayakan lebaran, kami dikirim email bahwa bagi muslim tidak perlu izin karena sudah otomatis diberikan libur satu hari untuk merayakan eid mubarak.



Setelah shalat id, jam 1.30 kami sekeluarga berangkat kerumah pak lexy dan buk lea. Keluarga ini setiap tahunnya selalu mengadakan open house dan acara ini ajak kumpul kumpul warna Indonesia yang bermukim di Reading serta kumpul kumpul mahasiswa Indonesia di Reading. Menunya banyak banget, hebat bapak dan ibu bisa menyediakan beraneka rasa dan rupa makanan yang kebanyakan dibuat sendiri. Dan yang terpenting beliau juga menyediakan zona bermain anak-anak sehingga krucils betah dan gak rewel. Azzam dan tata juga udah bawa tas masing masing isinya mainan biar gak bosan nantinya.



Acara dilanjutkan kekediaman mba rini dan pak prayogo, sebelumnya kami pulang dulu biar anak-anak bobok siang dan istirahat. Kalo sudah seger mereka gak rewel, sekalian jemput jaket juga karena pasti pulangnya malam.



Meriahnya acara disini diisi oleh anak anak yang bermain lari-larian dan rebutan balon. Sebelum ke rumah mba rini, kakak tata minta dibelikan mainan, katanya kalo di Indonesia setiap lebaran beli mainan sekarang juga dong ma, masa gak ada yang jual. Hehehe biasanya kan kalo di Indonesia setiap lebaran pastj banyak pedagang yang menggelar dagangan mainan dipinggir jalan jadi anak-anak pasti beli. Mainan yang dibeli pistol bubbles dan petasan kecil.



Kita pulang rombongan dengan keluarga pak Eko, mas aviandi serta pak habiddin. Dari rumah mba rini naik bus 21 yang isinya rombongan kami aja, serasa nyarter bus untuk dipakai sendiri. Pak Eko fams dan pak habiddin berhenti di Morton, dan kami melanjutkan perjalanan dengan bus 17. Ternyata rame juga bus 17 nya, bus no ini salah satu bus yang sibuk dan banyak penumpangnya. Tidak semua bus beroperasi 24 jam, jadi kalau pulangnya larut kita masih bisa sampe di rumah.


Meriahnya lebaran kali ini bukan dari baju baru, karena kami gak beli hehehe. Beda banget kalau di Jambi kita menyempatkan diri belanja baju lebaran, cookies, minuman dan lainnya untuk keluarga dan sanak saudara, kali ini kita tenang dan damai banget. Ramadhannya jarang keluar rumah, gak banyak masak, waktunya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan  ibadah.



semuanya harus dinikmati, banyak yang nanya betah banget ya di luar negeri? Jawaban dari kita ya cukup Alhamdulillah, karena sebaik-baiknya tempat ya pasti dong rumah dekat dengan sanak keluarga. Tinggal di negeri orang kita harus sangat mandiri, gak ada tempat untuk bermanja. Kehidupan yang sedang dijalani harus disyukuri, Walaupun jauh komunikasi dengan orangtua selalu kami lakukan, zaman teknologi canggih sekarang kita bisa telponan, video call jadi kerinduan bisa terobati.



 Selamat lebaran happy Eid Mubarak 2017



Reading 25 Juni 2017