Jumat, 21 April 2017

Aplikasi visa UK



Setelah pengumuman kelulusan beasiswa BUDI LPDP LN dan PK di Jogja, Bang Dedy  mulai mengurus dokumen untuk keberangkatan ke UK. University of Reading (UoR) memulai tahun ajaran baru pada bulan September seperti universitas lain di UK, untuk bisa intake di semester tersebut Bang Dedy harus paling lambat enrollment pada tanggal 19 September – 10 Oktober 2016, namun banyaknya dokumen yang harus dipersiapkan beliau memutuskan untuk mundur sampai bulan November 2016, dengan asumsi bisa langsung membawa keluarga.
 
Keputusan untuk memundurkan masa studi sudah kami diskusikan, aku menyarankan beliau untuk berangkat saja duluan dan beberapa bulan selanjutnya baru kami akan menyusul. Tapi alternatif ini tidak begitu pas dengan beliau dan kami yang ditinggal, dari awal kami berniat akan bersama-sama jika bang dedy lulus kuliah di luar negeri dengan keputusan aku harus cuti diluar tanggungan negara (ctln).
Bang dedy akhirnya mengirim email ke supervisornya meminta rekomendasi pemunduran perkuliahan sampai bulan November, namun bagi UoR, intake PhD program itu dimulai di bulan September, Januari dan April. Jadi bang dedy disarankan memilih ketiga bulan tersebut, dan waktu yang terbaik untuk keberangkatan dan penyelesaian dokumen adalah di bulan Januari.
Setelah positif perkuliahan dimulai bulan Januari, admission office UoR mengirimkan CAS number baru, karena CAS number yang lama tidak bisa dipakai lagi... sebelum diterbitkan CAS yang baru, bang dedy juga mengirim perubahan no paspor, karena beliau dihitung bertugas maka berhak mendapat paspor biru sementara di CAS yang lama masih pakai no paspor hijau, namun namanya manusia dimana-mana pasti ada miss nya dan CAS barupun terbit tetap dengan no paspor yang lama...
Sempat panik  karena takut kalo paspor biru berarti ga  bisa dipakai, setelah mengirim email konfirmasi lagi terkait no paspor yang salah tersebut admission office dari UoR tidak dapat menerbitkan lagi CAS letter baru,  tapi no paspor biru sudah di entry di sistem imigrasi UK. Untuk jaga-jaga, email dari UoR tentang perubahan tsb tetap kami print out klo2 di aplikasi visa bermasalah.

Banyak keuntungan jika kita memakai paspor biru, walaupun banyak juga yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara hijau atau biru. Namun bagi pemegang paspor biru yang kulliah di UK, bisa bebas masuk ke beberapa negara Uni Eropa, seperti Belgia, French, Belanda, Portugal dan lainnya.
Jika pemegang paspor hijau untuk masuk ke beberapa wilayah Eropa tersebut dikenakan visa dan untuk pengajuan visa tersebut kita harus mengeluarkan uang lagi sekitar 1,5 jutaan. Lumayan ya berhemat dan bisa masuk kapanpun, sedangkan pengajuan visa bisa untung-untungan ada yang dapat 1 bulan atau bahkan  6 bulan. Jadi jika mau mengajukan visa Uni Eropa harus diatur betul jadwalnya biar bisa kelliling Eropa dalam masa berlaku visa tersebut.
 
Aplikasi visa UK kami percayakan pada IBEC dan kontak personnya adalah mba Mike, karena kami tinggal di Jambi, lumayan jauh dari Jakarta, jadi memakai IBEC adalah alternatif yang sangat membantu sehingga kami hanya akan datang saat wawancara visa saja. Jadi lumayan hemat biaya transportasi and akomodasi. Untuk sampai ketahapan wawancara ini harus melewati beberapa tahapan.

Tahapan Pengajuan Visa Tier 4 general student dengan membawa keluarga versi keluarga kami:

  1. Test Tuberkolosis
  2. Dana deposit GBP 680 per bulan untuk 9 bulan 
  3. Booking hotel
  4. Pendaftaran dan pegajuan visa
  5. Wawancara
  6. Hasil


1. Test tuberkulosis
 
Test tuberkulosis kami lakukan di RS. Premier Bintaro. Kami memilih disini karena dari beberapa yang dibaca RS ini tidak seramai di RS. Premier Jatinegara, tapi pas kami datang lumayan rame juga yang test.
Syaratnya adalah bawa paspor asli dan pas foto 4x6 latar belakangnya bebas, sementara di RS. Premier Jatinegara latar belakang pas foto biru.

Rumah sakit yang ditunjuk oleh Embassy untuk mengeluarkan TB X ray adalah
a. Rs. Premier Jatinegara, Jakarta ; telpon 021 2800888
b. RS. Premier Bintaro, Jakarta; telpon 021 7455500
c. BIMC Hospital Kuta, Denpasar; telpon 0361 761263
d. RS. Premier Surabaya, Surabaya; telpon 031 5993211
 
Syarat terpenting tahap ini yaitu pada saat tes pastikan tubuh dalam kondisi prima, tidak boleh sakit, walaupun flu dan batuk. Kami sempat tertunda tes beberapa minggu, karena sebelum test tb tersebut anak-anak dan aku flu berat hampir 2 mingguan, sementara aku batuk-batuk selama hampir 3 minggu dan test tb itu diusahakan saat kondisi tubuh fit, akhirnya aku berobat ke dokter spesialis paru dan diagnosisnya aku terserang brongkitis akibat asap yang melanda kota Jambi beberapa waktu, aku diberikan antibiotik dan obat dan alhamdulilah 3 hari kemudian batukku sembuh.

Kami berangkat menuju Bintaro dan menginap di hotel Citradream, hotel ini rekomended karena letaknya disebelah Bintaro Plaza dan dekat jaraknya ke RS. Premier Bintaro. Hasil tes TB sebenarnya bisa diambil hari itu tapi karena saat itu banyak banget yang test dan rata-rata calon mahasiswa yang akan ke UK, Australia dan beberapa negara lainnya sehingga baru bisa diambil jam 9 besok pagi.
Pengambilan hasil bisa didiskusikan dengan pihak rumah sakit jika kita jauh dari Jakarta, karena teman yang dari Medan bisa minta hasilnya sore itu juga... tapi kami sudah terlanjur mengatur keberangkatan dan menginap 3 malam di Citradream jadi ya kami ambil hasil besok harinya. Perjalanan membawa 2 anak kecil yang susah ditebak  itu kita harus siap-siap dengan waktu, ruang dan uang ekstra biar anaknya nyaman orang tuanya tenang...
Test TB dilakukan dengan x-ray, jadi sebelum test kita dilatih ambil nafas dalam2 trus tahan dilepas saat tunggu aba-aba dari petugas, alhamdulilah saya satu kali sudah bagus hasil x-ray nya, tapi suami harus diulang 2 kali karena kurang pas dalam ambil dan tahan nafasnya. Sedangkan anak-anak hanya diperiksa dengan stetoskop oleh dokter, dokternya baik banget jadi anak-anak gak takut serasa main-main aja, jadi ingat serial upin dan ipin bagian mereka akan disunat nah dokternya gitu baik banget dan perhatian sama anak-anak...
Besok paginya dag dig dug mau ambil hasilnya takut ada apa-apa, lumayan juga nunggu 6 bulan kedepan.. apalagi kakak saat test lagi demam dan suhu badannya 39, sebelum ambil hasilnya bang dedy dikasih invoice untuk dibayar
Alhamdulilah hasilnya negatif TB, walaupun sepertinya test ini hanya syarat pengajuan visa tapi test ini sangat penting untuk berhasil tidaknya kita berangkat ke UK. Kalo hasilnya positif bukan berarti kita tidak punya kesempatan untuk memasuki UK tapi kita harus menunggu 6 bulan kedepan, dengan catatan kita dalam perawatan dokter untuk pemulihan infeksi virus TB. Setelah itu kita bisa test lagi untuk mendapatkan sertifikat bebas TB. Masa berlaku sertifikat ini adalah 6 bulan..
2. Tabungan untuk dependant
Mahasiswa yang sekolah lebih dari 6 bulan ke UK membutuhkan  Tier 4 Student Visa, karena bawa keluarga jadi embassy mengharuskan ada dana deposit untuk memastikan anggota keluarga yang ikut tidak jadi gelandangan di UK hehehe, padahal dari kawan-kawan yang kuliah di negara lain, jika sudah ada surat sponsor yang menyatakan bahwa anggota keluarga juga ditanggung maka dana deposit boleh ditiadakan. Inilah salah satu tantangan kami untuk bisa rombongan ke UK karena dana yang harus dipersiapkan untuk deposit tidak sedikit, sementara dana-dana lain yang harus dikeluarkanpun tidak terhitung lagi banyaknya..
awal-awal menyiapkan keberangkatan ini rasanya gak mungkin bisa memenuhi semua persyaratan pengajuan visa, setiap malam kami berdiskusi apa sebaiknya yang akan kami lakukan. Banyak alternatif yang kami susun diantaranya menjual mobil, karena saat itu hanya itu satu-satunya harta yang nilainya cukup besar, ada rumah dan 2 bidang tanah yang bisa dijual tapi rasanya sayang banget, apalagi salah satu tanah rencananya akan dibangun rumah sederhana tempat kami menghabiskan hari-hari tua di Jambi.
Alhamdulilah reseki kita tidak bisa menduga-duga  bisa dari mana saja, beruntung kami punya keluarga yang peduli dan mendukung keputusan kami berangkat sekeluarga ke UK, jadi dana deposit ini kami pinjam dari tante-tante, nenek, mama serta kakak. Dan mereka dengan senang hati mentransfer dana ke tabungan kami 3 bulan sebelum pengajuan visa.
Dana deposit ini diperlukan hanya 28 hari sebelum pengajuan visa dan 4 minggu setelah wawancara visa, jika hasil pengajuan visa keluar dana deposit ini bisa langsung diambil, jadi tidak ada salahnya kalo nanti teman-teman yang ingin mengajukan visa UK untuk dana dependant ini bisa meminjam ke keluarga atau teman, karena dana ini tidak terpakai dan berkurang hanya sebagai bukti bahwa anggota keluarga tersebut tidak terlantar di UK.
Dana deposit yang mengendap harus 28 hari sebelum tanggal pengajuan visa, untuk wilayah London 1 orang per bulannya harus menyiapkan GBP 980 selama 9 bulan sementara di luar wilayah London adalah GBP 680, hitungan dana deposit tersebut adalah Rp 20.000 per GBP, padahal saat itu 1 GBP= Rp 16.600. Dana deposit yang harus dipersiapkan  adalah Rp 367.200.000; dengan rincian
3 orang dependant = GBP 680 x 9 bulan x Rp 20.000 x 3 orang= Rp 367.200.000
Selain melampirkan buku tabungan, kita juga melampirkan surat dari bank yang menyatakan bahwa betul atas nama (boleh suami boleh istri) memiliki tabungan dengan jumlah tersebut.

3. Booking hotel

Bukti booking hotel diharuskan untuk pengajuan visa karena kami membawa anak-anak jadi embassy perlu memastikan bahwa anak-anak aman saat tiba di UK tanpa harus mencari-cari lagi penginapan sesampai di UK.
Kami memesan hotel melalui situs Booking.com selama 3 hari karena bisa membatalkan pesanan secara gratis tanpa dipungut biaya, situs lain juga bisa seperti Agoda.com, traveloka dan situs-situs lainnya.
Kenapa kami memesan hotel yang bisa dibatalkan karena kami belum pasti kapan berangkatnya, surat-surat tugas belajar dan cuti diular tanggunan negara belum siap, dan situs Booking.com punya waktu pembatalan yang panjang dan bisa 5 jam sebelum waktu check in.


4. Mendaftar dan biaya  pengajuan visa UK
Pendaftar dan hal-hal lain terkait pengajuan visa sudah dibantu IBEC melalui mba Mike, dan setiap dokumen dikenakan biaya Rp 500.000, biaya ini cukup murah dibandingkan kita harus bolak balik ke jakarta walaupun semua isian secara online namun mengisi form pengajuan visa dengan kondisi yang saat itu sangat sibuk membuat kita tidak kosentrasi (baanyak hal yang harus dipersiapkan baik itu urasan rumah, kantor maupun lain-lain karena harus meninggalkan Indonesia untuk waktu yang cukup lama).  
Total biaya yang harus kami keluarkan saat itu untuk pengajuan visa adalah Rp85.884.800,  sesak nafas saat harus mengeluarkan banyak uang dalam waktu hanya hitungan menit, padahal kami mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari sisa-sisa belanja dan honor-honor yang diterima di kampus selama bertahun-tahun. Inilah yang namanya perjuangan dan pengorbanan, kata orang-orang enak yang bisa sekolah keluar negeri serta membawa semua anggota keluarga”, cukup ucapkan “alhamdulilah”, karena orang-orang tidak perlu tau bagaimana perjuangan dan pengorbanan kita untuk bisa sampai ketahapan ini.
Biaya untuk Tier 4 Visa Student beserta dependant adalah sebagai berikut;
a. Biaya visa = $ 420
b. Biaya IHS = $ 224,4/tahun x 5 = $ 1,122( CAS 4 tahun 7 bulan jadi dibulatkan menjadi 5 tahun sehingga dikali 5 )


Setelah dokumen siap, lalu daftar, bayar dan menunggu waktu wawancara.

Senin, 10 April 2017

Perjalanan 2,5 bulan sekolah SD di UK- Reading



Primary School in Reading_ Cerita Masyitah Dzatil Izzah

11 Januari 2011 adalah hari bersejarah dalam keluarga kami, tepat adzan isya cewek imut lahir kedunia melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kami, Masyitah dzatil izzah itulah nama yang diberikan sang papa setelah berdiskusi dengan keluarga. Masyitah lahir dengan berat 2,54 kg karena ada masalah dengan sang ibu yang hamil besar tapi bayinya imut, alhamdulilah wasukurilah yang penting sehat ya nak, ntar besarinnya diluar perut aja ya....
bersama ibu Silvi guru di Paud Al-hidayah yang sampai sekarang masih disebut namanya oleh azzam dan tata, banyak kenangan mereka bersama beliau, terima kasih bu Silvi

6 tahun kemudian, kamis 19 Januari 2017 Masyitah mengawali hari pertamanya sebagai pupil di Alfred Sutton Primary School (di Inggris siswa sekolah dinamakan pupil kalau student untuk mahasiswa) diantar sekeluarga jam 08.15 kita udah nyampe di admissions officenya, trus disambut oleh Mrs. Nina kira-kira umurnya 50-an, Alhamdulilah kakak semangat sekali sekolahnya sehingga tidak ada drama saat ditinggal di kelas 1 G (kelas Miss.. Goodchild) pagi itu kelas di pegang Miss.goodgea (benar gak ya tulisannya), kakak dipesanin lunch vegetarian karena sekolahnya tidak menyediakan halal food... siangnya pas dijemput, guru kakak bilang kakak bagus mengikuti kelas dengan baik, mama bangga dengan kakak dengan lingkungan yang baru kakak bisa menyesuaikan diri walaupun mama tau kakak pasti gak nyaman dengan bahasa dan culture yang sangat baru bagi kakak.`
Masyitah wearing red batik and hijab for rednose day at ASPS
Masyitah dengan seragam SDnya saat sekolah di Jambi

Seminggu pertama sekolah kakak selalu dikasih semangat dan motivasi bahwa gak semua anak bisa punya kesempatan untuk sekolah di Inggris jadi kakak harus bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah SWT.
Pagi setiap selesai ngantar kakak dipintu kelas, kami mutar kebelakang ngintip dari jendela dan memberikan semangat untuk kakak, memang seminggu pertama terasa sulit untuk melepaskan anak kesayangan dilingkungan yang sangat berbeda dengan keseharian di Jambi, terlihat dimata kakak kesan gak nyaman, tapi mama selalu berdoa untuk kakak (setiap selesai ngantar kakak jam 09.00 karena gerbang ditutup air mata mama mengalir sedih ninggalin kakak sendiri di sekolah). Hebatnya kakak gak nangis dan gak histeris, saat ditinggal kakak pasti selalu semangat masuk kelas untuk menghibur mama yang cengeng ini... oooh anakku sayang terima kasih ya untuk terlihat kuat, padahal setiap malam sebelum tidur kakak selalu curhat bilang kalau kakak gak bisa ngobrol sama teman-teman dan gak ngerti apa yang dibilang guru.
Kamis 26 Januari 2017, malamnya kakak cerita kalau kakak sudah bisa ngobrol ama teman sekolah dan sudah bisa mengikuti kelas yang diajarkan guru dikelas, wah selamat ya kak akhirnya kakak bisa menyesuaikan diri dengan cepat, dalam waktu seminggu kakak sudah bisa menikmati sekolah. Hebatnya kakak dia gak mau libur sekolah padahal hari selasa 7 Februari 2017 ada acara budaya di UoR dan boleh izin untuk ikut acara tersebut tapi kakak gak mau karena di sekolah lagi ada acara great fire of london, dan ada bazaar buku juga.
Kamis, 2 Maret 2017 adalah world book day disekolah jadi pupil bebas pake baju karakter buku yang dibacanya, kakak tata maunya pake baju princess dan berjilbab katanya princess muslim mama... oke sayang terima kasih tetap menjadi anak solehah dilingkungan yang boleh mengekspresikan diri dengan bebas.
Senin 6 Maret 2017, well done Masyitah... akhirnya kakak dapat reward bisa settling in well in Afred Sutton dan kemajuan membaca kakak sangat baik, awal membaca masih dengan style Indonesia sekarang sudah bisa baca buku English style, dan kemampuan bahasa inggris yang sudah bagus... anak-anak memang cepat beradaptasi, jadi kalau mau membawa anak untuk ikut sekolah keluar negeri gak usah takut mereka tidak bisa bahasa inggris, masyitah ke inggris dengan bahasa yang minim karena kami tidak mengajarkan untuk dwi bahasa dirumah sewaktu di jambi, dan satu bulan di Inggris dia sudah bisa berbahasa inggris dengan dialek yang bagi kami sangat British sekali, sering saat dia ngobrol dengan papa, kakak memperbaiki ucapan papa yang katanya gak pas hehee... wiintee papa bukan winter hahaha, waatee bukan water, caaa bukan car, compuataaa bukan computer, hahaha iya kak, papakan inggrisnya nyampur2 bukan British...
24 maret 2017, adalah hari rednose jadi kakak tata disuruh pake baju bernuansa merah, untung kakak bawa baju batik yang ada nuansa merahnya dan ada jilbab merah juga, dapat komentar dari Miss Goodchild kalau baju yang dipake kakak menarik.
Setelah 2,5 bulan sekolah di Inggris ternyata lidah kakak udah English style dan beberapa kali ngigau yang keluar bahasa bule hehehe bapak dan maknya aja sampai sekarang masih belum lancar bahasa inggrisnya anak kicik emang cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan, jadi jika ingin membawa anak ikut sekolah ke luar negeri tidak usah kuatir akan kemampuan bahasa mereka, bisa jadi nanti kita yang belajar dengan mereka karena pengucapan anak-anak biasanya lebih faseh dari orang dewasa.
Semangat ya kak, selalu jadi kebanggaan mama dan tetap solehah rajin shalat dan ngaji.... sehat terus anakku sayang cahaya dan bintang kehidupan papa dan mama......

Mencari bumbu asia di Reading UK

Merantau kita harus bisa menyesuaikan keadaan dan lingkungan dengan tempat tinggal baru, tapi yang namanya urusan “lidah” susah untuk menyesuaikan dengan makanan asli tempat merantau ini, beda jika merantau dari Jambi ke Bogor itu mah namanya pindah tempat tinggal tapi selera tetap nusantara.
hidangan nusantara yang bisa disajikan di dapur tata dan azzam UK, sambal ikan kembung tabur pete

Seewoo terletak di daerah pergudangan
Jalan menuju Seewoo
Jadi pernah kita (bapak dan emak) berusaha untuk menikmati masakan ala British, maka pergilah si emak ini ke Rahim store (toko pakistan di dekat rumah yang menyediakan bumbu2 hindustan dan daging halal), si cabe merah yang merona itu sudah pede bakalan dibungkus sama si emak karena memang tiap hari masak sambal jadi ya walaupun harganya 10 pound sekilo tetap dibeli.. eh ternyata hari itu tangan si emak tak kunjung-kunjung menyentuh si cabe,  siemak lagi sombong hehehe... pillihan si emak jatuh ke deretan spageti, oregano, saus tomat, susu segar dan keju serta tak lupa beli kentang (ini makanan wajib anak-anak sejak dari Jambi mereka memang suka kentang goreng).
suasana di sekitar jalan menuju Seewoo store
Kembali ke cerita awal kita akhirnya buat jacket potato: kentang yang di balur dengan garam dan minyak zaitun lalu dipanggang dengan kulitnya, setelah setengah matang di iris tanpa putus di kasih keju lalu dipanggang lagi, menu yang kedua yaitu beef spaghetti (menu ini sudah cukup familiar dilidah tapi beda banget kalo menunya jadi makanan utama tanpa ada sambel ulek heehehe).
Jam 10 pagi selesai dimasak dan dimakan enak kentangnya mantap, spaghettinya lazis trus jam 3an kok rasa-rasanya ada yang kurang ya, kepala pusing ehmmm ini mungkin karena belum lunch kali ya, dan kitapun menyantap menu yang sama untuk sarapan... dan akhirnya jam 5an kita udah gak tahan kok rasanya pusing makin menjadi ya dan rasanya itu lemes banget, dan permasalahanpun terdeteksi kita gak makan sambal ulek hahaha dan ke dapurlah si emak buat sambal terong udang, masak nasi langsung disantap dan seketika pusing dan lemes para orang tua ini hilang seiring dengan kosongnya piring yang dipegang.... 
pete horray... menemukan pete di UK itu seperti menemukan harta karun hehehe
Nah..... sebagai perantau yang berasal dari pulau sumatera cabe itu merupakan benda yang penting, nasi yang diganti dengan kentang, atau mie gak masalah asal ada sambel ulek dimeja...
Nah untuk menghadirkan masakan nusantara yang bercita rasa asli memang sulit tapi setidaknya bumbu-bumbu yang diperlukan tersedia untuk menikmati masakan indonesia.
rak-rak tempat barang-barang yang dijual
Di Reading ada 2 toko cina yang saya tau, pertama yaitu c-mart toko ini letakkan di central dan letakkan dekat dengan halte bus no 17 yang trayeknya ke wokingham Road, jadi bisa dengan mudah untuk belanja disini, tapi barang-barangnya kurang lengkap dan saya hanya ketemu satu kali tepung tapioka disini itupun cuma satu bungkus sehingga saya jarang untuk belanja disini.
Kedua yaitu Seewoo chinesestore Reading, ini adalah toko cina terbesar dan terlengkap di Reading jika sudah sampai disini serasa belanja di Indonesia, tersedia kemiri yang sangat jarang ada di Eropa, sayur-sayur asia seperti kangkung, buah tropika manggis, durian dan ikan-ikan yang sering kita makan di indonesia termasuk ikan asin dan ikan tri.
Pintu masuk ke toko
Namun Seewoo ini lokasinya lumayan jauh, dari rumah kami 2 kali naik bus dan harus jalan kaki 7-10 menit ke tokonya. Awal kunjungan kami ke Seewoo  rasa-rasanya gak mungkin deh ada toko didaerah itu karena daerahnya seperti pergudangan dan jalannya jauh masuk kedalam, dan ternyata diujung jalan tersebut terpampaanglah merek Seewoo Chinesestore, alhamdulilah sampai juga kesini, memanfaatkan google maps (mencari alamat di Inggris ini tidak sesulit di indonesia karena alamatnya jelas), dari rumah kami naik purple bus no 17 turun di kings road jalan sedikit kearah tesco express/sevensons, didepan toko tersebut ada halte Market place (stop MC) naik bus green Emerald 6/6a, biasanya bus emerald 6 sedikit lebih lama datangnya dibanding bus purple 17,  kita melewati 7 perhentian dan stop di halte Long Barn Lane atau Elgar Road.. bagiku lebih nyaman berrenti di Long Barn Lane karena bisa jalan lurus kearah Elgar Road tanpa banyak nyebrang tapi bagi sibapak lebih senang di Elgar rd karena jalannya menurun gak perlu mendaki (beda selera dikit aja sich),nanti kita akan jalan sekitar 7-10 menit ke dalam jalan 15 Cradock road RG20JT, jangan kaget awal kesana memang kawasannya sepi seperti bukan kawasan belanja karena daerah pergudangan lurus aja diujung jalan ada papan namanya besar berwarna kuning.
Pepaya muda untuk bahan isian pistel, dimakan dengan cuko pempek enak banget
saya sering ke Seewoo walaupun jauh, hitung-hitung refreshing, jika si bapak lagi work from home alias lagi dirumah ngerjain tugas kuliah sambil ngasuh adek azzam.. menikmati shopping sendirian itu ada kenikmatan tersendiri, melupakan sejenak piring-piring kotor hehehe (mencuci piring di UK apalagi saat winter punya tantangan yang luar biasa, di Jambi saya biasa habis pake piring langsung dicuci jadi gak pernah ada piring kotor yang menumpuk di dapur, ternyata kebiasaan itu sulit untuk dilakukan di sini, walaupun nyuci piring bisa dengan air panas kita tidak bolek terlalu sering mencuci piring, karena tangan akan menjadi kering dan melepuh dan saat kegiatan ini pun saya harus pakai sarung tangan).
berbagai Seafood dijual, termasuk belut
Setelah kurang lebih satu jam akhirnya saya pulang dengan tentengan yang banyak dan berat, oiya kalau belanja disini sediakan kantong belanja dari rumah karena mereka tidak menyediakan plastik, tokonya hanya menyediakan kardus-kardus bekas untuk barang belanjaan konsumennya, dan jika perginya ama si bapak lebih enak ada diskon untuk student sekitar 10 persen, lumayan biasanya saya menghabiskan 50 pound disana dapat potongan 5 pound lumayan untuk ongkos hehehe.... 
selamat menghangatkan dapur dengan cita rasa Indonesia di Reading UK....

peralatan masak yang bisa ditemukan disini, cobek, tusuk sate, saringan bawang

Sabtu, 30 April 2016

Tour De Java Februari 2016 (Bagian 5, Jogja-Bandung-Lampung-Palembang-Jambi)

baru sempat nulis lagi....
Liburan dengan perjalanan darat yang panjang merupakan kepuasan tersendiri bagi kami sekeluarga, semenjak mempunyai anak saia dan suami merubah gaya liburan yang biasa kami lakoni, bersama mereka kami jarang bisa menikmati kuliner, merasakan suasana mall di suatu kota dengan nyaman merupakan hal yang jarang terjadi, anak-anak cenderung bosan mereka akan senang jika di taman-taman bermain, di tempat terbuka yang tidak terlalu ramai jadi kami jarang sekali untuk mampir di kota yang disinggahi dan merasakan ikon kota tersebut, Liburan ala ala tata azzam adalah jalan-jalan keliling kota naik mobil dilanjutkan istirahat di hotel nonton kartun lanjut main ke taman kota atau wisata alam, balik lagi ke hotel dan makan makanan yang telah dibungkus. Sehingga liburan jika dilakukan seperti orang kebanyakan sangat sulit terjadi, apalagi harus bertukar moda transportasi, haduh bisa terjadi kegaduhan..... 
sering saia dan suami berpikir mau liburan dari jambi naik pesawat dan nanti di kota tujuan bisa menimati wisata dengan menyewa mobil atau apalah.... tapi setelah dipikir-pikir, belum saatnya untuk mencoba metode tersebut.... daripada rempong niat liburan malah sibuk menikmati tangisan atau apalah tingkah anak-anak kalo sudah capaek dan bosan.... sudah kebayang ama si bapak, makanya pas orang-orang nanya gak capek apa naik mobil ke jawa, sanggup apa nyetir ke jawa, kok mau-maunya melakukan perjalanan lewat darat, iiihhh hemat banget sich jalan-jalan pake mobil sendiri gak repot??? dan sejumlah pertanyaan lainnya.... jawabannya adalah "gak capek tuch, kan kalo capek bisa berenti istirahat dan saat melakukan perjalanan kami tidak menarget harus ke suatu tempat; liburan ala tata dan azzam adalah menikmati perjalanan bersama; dan yang tau kondisikan kami sekeluarga, jadi kami pasti menikmati liburan ala kami, trus kalau dibilang hemat banget ya lumayan hemat jika dibandingkan naik pesawat, tapi jika dikalkulasikan dengan biaya lain-lain ya 1112 lah karena akomodasi kita jadi jauh lebih banyak karena perjalanan darat jadi istirahatnya banyak juga....
dan inilah akhir dari perjalanan kami setelah seminggu berada di bogor dan jogja kamipun bergerak menuju Pulau Sumatera.
Perjalanan dimulai dengan pamitan dulu sama sepupu yang lagi kuliah s2 hukum di UGM winanda kusuma, dan anak-anak manggil dia dengan sebutan paman wiwin, selama kurang lebih 30 menit ngobrol tentang tesis dan kehidupannya kamipun berangkat melalui jalur selatan. 
Jalur Selatan bagi kami lebih menarik dibanding lewat tol jalur utara, pemandangan lebih indah dan sepanjang perjalanan kami menikmati langit biru dengan awan-awan putih nan  cantik, Allahuakbar sungguh indah ciptaanMu ya Allah..... 
Kebumen mempunyai keindahan tersendiri bagi kami, melewati kota ini mengingatkan kota kelahiran si mama dan kakak tata yaitu kabupaten Kerinci, jalan ditengah-tengah hamparan sawah kiri kanan jalan pohon-pohon rindang, suasana ini membuat kami rindu dengan kota kecil di ujung Provinsi Jambi... 
Touring kami berenti di kota Bandung, disini kami sampai jam 12.30 malam dan menginap di hotel Lingga, hotel yang berkonsep islami dan dekorasi yang unik sich kalau menurutku, cuma agak sedikit tua dan lumayan lah untuk sekedar transit dan langsung berangkat paginya...Bandung bye-bye hanya sekedar lewat dan bobok semalam, paginya sudah bersiap menuju Lampung.
Bandung-Merak lancar terkendali, anak-anak senang menikmati perjalanan alhamdulilah tidak ada drama yang berarti selama perjalanan, kami akhirnya nyebrang ke Bakauheni dan sampai sekitar jam 4.... shalat jamak zduhur dan asar di kapal, kapal penyebrangan kali ini tidak sebagus kami menyebrang dari bakauheni-merak, suasananya kurang terawat, untuk duduk diruangan yang ber ac harus bayar Rp 10.000/orang, dan ruang ekonominya jauh dari kata nyaman, banyak rokok dan organ tunggal yang mengerikan.... Selama penyebrangan ini sang papa mabuk laut, pusing dan mual... duh kasiannya,,,,
Bandar Lampung, kami sampe di hotel sekitar jam 7 malam setelah sebelumnya beli makanan dan tetap dibungkus dan makan di hotel.... huaaaaa perjalanan panjang membuat istirahat menjadi nikmat, malas-malasan sampai siang anak-anak asyik nonton, kami turun sarapan sekitar jam 10an... tata dan azzam nangis pengen berenang, dengan bujukan dan sedikit ketegasan sang papa akhirnya kami check out juga dari Aston hotel Bandar Lampung... Sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang kami sempatkan beli oleh-oleh di Yin-yin, disini saia membeli keripik nangka, keripik pisang dan kerupuk udang yang kalau di Jambi namanya kerupuk kayu api, ehm keripik nangka nya nikmat, keripik pisang enak, nak kerupuk udang dan ikannya kalau menurut saia lebih enak yang di Jambi.... 
Lampung-Palembang diusahakan siang hari melewati kota ini mengingat keamanan di daerah ini tidak merekomendasikan perjalanan malam hari, berenti sebentar di simpang ke arah tanjung lubuk kampung halaman sang akas (kakek-ayahnya si bapak), disini kami membeli duku dan betul riset yang dilakukan sang bapak kalau duku Jambi jauh lebih nikmat dibanding duku sini, Duku Kumpeh (Jambi) memiliki tekstur yang lebih manis , getah sedikit, dan biji yang kecil terkadang tak berbiji... namun di pasaran orang-orang lebih mengenal duku Palembang, Sampai di Palembang jam 7 malam, sang bapak memutuskan lanjut ke Jambi biar sekalian istirahat di rumah... tradaaaaaaa..... jam 00.30 kami sampai di Jambi dengan selamat alhamdulilah, kondisi anak-anak sehat, nikmatnya rumah setelah lebih seminggu meninggalkan rumah....

nb. fotonya belum sempat ditampilkan...

Kamis, 31 Maret 2016

selamat hari lahir diriku yang ke-33 tahun

31 Maret 1983
alhamdulilah aku lahir ke dunia dari orang tua yang sangat aku sayangi dan bangga kan, mama Yaslinar dan papa almh. Syafrial... banyak sudah kebahagian yang aku torehkan sebagai seorang anak, banyak cinta yang aku rasakan dan aku dengar cerita dari orang-orang bagaimana sayang dan cintanya orang tuaku pada anak-anaknya. Apalagi setiap ketemu teman almarhum papa, pasti mereka selalu menceritakan bagaimana sayangnya papa ku pada istri dan anak-anaknya. Terima kasih mama atas semua cinta dan sayang yang tak pernah putus sampai saat ini untuk kami anak-anak dan cucu-cucu mu.. banyak cinta untuk papaku tercinta,  bisa kubayangkan jika papa masih bersama kami, mungkin kemanjaan-kemanjaan kami akan lebih dan kami tau betapa papa sangat mencintai mama, anak dan cucu papa....

33 tahun berlalu kemanjaan dan keceriaan sebagai seorang anak berubah menjadi kebahagian dan kemandirian menjadi seorang ibu dan istri... terlalu panjang cerita kebahagian yang kami nikmati, ulang tahun ku bertepatan dengan bulan kelahiran azzam dan bulan pernikahan kami. tak terasa sudah 6 tahun kami bersama melalui hari-hari yang penuh kebahagiaan. Terima kasih suamiku tersayang Dedy Antony SP., M.Si untuk semua cinta,kesabaran, kesetiaan sebagai seorang pemimpin yang anak buahnya punya tingkat kemanjaan yang sangat terhadapmu, terima kasih telah sabar mendidik istrimu ini, terima kasih untuk selalu mengerti akan semua kesulitan yang aku alami, terima kasih untuk selalu siap membantu untuk semua kelemahan dan ketidaktahuan ku ini....

selamat hari lahir buat diriku
31031983-31032016

Selasa, 15 Maret 2016

mie ayam klantink

mie ayam klantink yang masuk ke koran tribun jambi, membuat suamiku penasaran... dikabarkan bahwa mie ini mampu menarik penikmat makanan antri hingga jam 3 pagi... aku yang mendengar cerita sibosku ini pun ikutan penasaran. maka kami susun lah rencana untuk mencoba menikmati simakanan ini. di berita di katakan bahwa untuk menemukan mie ayam ini kita harus blusukan ke kampung (udah kayak pejabat aja), karena letaknya di daerah kasang dalam, simpang jawo lorong mulia 1 rt 24.

Suatu malam kamipun mencoba untuk mencari si penjual mie ini, memang betul apa yang ditulis diberita kita akan berputar-putar mencari penjual mie ayam ini hingga masuk ke kampung-kampung. Permasalahannya adalah alamat yang ditulis diberita hanya ini" di daerah kasang dalam, simpang jawo lorong mulia 1 rt 24", tidak ada plang "mie ayam klantink", tidak ada patokan kita harus belok ke kanan atau ke kiri, alhasil... malam itu kami hampir 5x atau lebih keluar masuk simpang jawo itu untuk menemukan lorong mulia 1. akhirnya diputuskan bahwa malam itu stop dulu mencari si penjual mie yang terkenal enak itu, kata suami sebaiknya nyari mie ayam ini pas siang hari jadi kelihatan lorong-lorongnya.
suasana di tempat makan mie ayam

penjual mie ayam, dari belakang serem ya rambut panjang, tapi orangnya baik dan ramah banget :-)

Rasa penasaran untuk menemukan alamat penjual mie ini lebih besar dari keinginan untuk menikmati mie ayamnya...ha hahaha

Besok harinya dari kampus sepulang menjemput anak-anak di tpa, kami langsung menuju daerah kasang, hari masih menunjukkan jam 5 sore dan masih banyak orang-orang yang beraktivitas di luar sehingga sayapun turun dan menanyakan perihal lokasi lorong mulia 1 ini. dan ternyata lorong ini memang tidak kelihatan aktivitas orang yang menjual mie ayam terkenal itu.

kalo ingin ke mie ayam ini, alamatnya masuk ke simoang jawo trus nanti ada simpang dua kita belok kanan, nah nanti sebelum mesjid ada lorong kecil lagi masuk aja lorong yang kiri, bingung ya, saia juga bingung ngejelasinnya... heeee

foto mienya tidak sempat di ambil karena belinya langsung dibungkus.